Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Ajak Seluruh Masyarakat di Jatim Belanja dan Pakai Produk Lokal

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat di Jatim untuk membeli dan memakai produk lokal. Tujuannya

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat di Jatim untuk membeli dan memakai produk lokal. 

Hal ini selaras dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Gubernur Khofifah menyampaikan hal tersebut disela kunjungan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka misi dagang Provinsi Jawa Timur ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkal Pinang, Selasa (24/5/2022).

Menurut Khofifah, ajakan tersebut tidak saja pada barang, termasuk juga obyek pariwisata, baik wisata alam maupun wisata budaya. Ajakan ini juga berlaku untuk warga luar daerah. 

"Saya mengajak kita bersama saatnya gotong royong memulihkan perekonomian rakyat melalui belanja produk-produk lokal. Baik dari sisi APBD maupun dari masyarakat juga," kata Khofifah. 

Berbagai upaya saat ini telah mulai dilakukan di kabupaten/kota untuk terus menggerakkan perekonomian, setelah beberapa tahun terakhir terdampak pandemi. Begitu wabah melandai, upaya menggairahkan sektor ekonomi telah dimulai. 

Di antaranya, Khofifah memberi contoh Kota Surabaya. Di mana terdapat rangkaian acara menyambut Hari Jadi Kota Surabaya pada 31 Mei mendatang.

"Saya berharap ajang ini dapat menjadi kebangkitan perekonomian masyarakat Jatim, khususnya UMKM di Kota Surabaya," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, sebagaimana pernyataan Presiden Jokowi bahwa gejolak perekonomian global dapat diatasi dengan perhatian seluruh pihak pada strategi membelanjakan uang pada produk dalam negeri. 

Minimal 40 persen belanja pemerintah pusat dan daerah, serta belanja barang dan modal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dialokasikan untuk membeli produk dalam negeri. Utamanya, pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Menurutnya, ini juga tindak lanjut atas target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat kepada Jawa Timur, agar membelanjakan APBD untuk Produk Dalam Negeri (PDN) dan UMKM sebesar Rp 26,8 triliun di tahun 2022. 

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, sebanyak 93,37 persen atau 9,13 juta unit UMKM di Jatim ditopang oleh Usaha Mikro. Sedangkan 5,92 persen atau 579.567 unit merupakan Usaha Kecil, yakni yang memiliki pendapatan antara Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar per tahun.

Sisanya, yang tergolong Usaha Menengah dengan penghasilan lebih dari Rp 2,5 miliar per tahun, berkisar 0,70 % atau 68.835 unit. Ini berarti Usaha Mikro merupakan penopang utama di Jatim.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved