LIGA CHAMPIONS

Final Liga Champions: Mo Salah Mau Balas Dendam? Ancelotti: Boleh Dong Kita yang Balas Dendam

Jelang duel Final Liga Champions, suhu kedua tim mulai memanas. Unggahan bomber Mohamed Salah yang ingin balasa dendam ramai dibicarakan.

Editor: Suyanto
foto/afp
DOKUMEN - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengangkat trofi Liga Champions usai membawa timnya menang 4-1 atas Atletico Madrid di Estadio da Luz, Lisabon, Sabtu (24/5/2014). 

SURYA.co.id I - Jelang duel Final Liga Champions, suhu kedua tim mulai memanas. Unggahan bomber Mohamed Salah yang ingin balasa dendam ramai dibicarakan.

Sebenarnya cuitan twitter Mohamed Salah itu, sudah meluncur lama, yaitu sesaat setelah Real Madrid memenangi duel leg 2 babak Semi Final melawan Machester City.

"Tunggu, kami belum selesai di musim ini (mengacu kepada duel Liverpool vs Madrid empat tahun silam)," ciut Mo Salah seperti dilansir kembali laman Express.

Pada Final Liga Champions 2018 silam, Liverpool dikalahkan Madrid. Pada laga itu, Mo Salah mendapat pengalaman tak menyenangkan setelah terlibat duel melawan Sergio Ramos.

Salah mengalami cedera bahu parah, setelah terjatuh dengan lengan dikempit Sergio Ramos. Salah harus meninggalkan lapangan sambil menangis akibat cedera. Dua momen ini yang mendasari Mo Salah menuliskan pesan revans jelang bersua Los Blancos.

Kini Liverpool kembali berjumpa Real Madrid lagi.
Duel Liverpool vs Real Madrid akan berlangsung di Parc des Princes
Sabtu (28/5/2022) atau Minggu (29/5/2022) pukul 02.00 WIB.

Cuitan lama Mohamed Salah itu kembali ramai dibicarakan. Beragam tanggapan dan reaksi akhirnya bermunculan.
Satu di antaranya Carlo Ancelotti.Entrenador El Real ini juga mengingatkan Mo Salah, tidak cuma Liverpool saja yang memiliki misi balas dendam. Namun Real Madrid juga memilikinya.

Memori dendam yang dimiliki rival abadi Barcelona atas Liverpool mengacu kepada pertandingan final Liga Champions musim 1980/1981.

Ini akan menjadi ulangan final 1981. Saat itu Liverpool dan Real Madrid juga bertemu di Paris, tepatnya di Parc des Princes, pada 27 Mei.

"Ini mungkin menjadi motivasi (revans), perlu diingat, Real Madrid juga menelan kekalahan pada laga puncak melawan Liverpool di Paris (Liga Champions)," terang Ancelotti, dikutip dari laman Mirror.

"Boleh dong pertandingan nanti juga bisa menjadi ajang balas dendam bagi kita," terang Ancelotti peringatkan Mohamed Salah.

Berbicara soal tradisi Liga Champions, Madrid adalah juaranya.

Dari 16 kali menapak ke partai final, penguasan Santiago Bernabeu ini sukses memetik 13 kemenangan. Andai Madrid-nya Ancelotti meraih titel juara, maka raihan si Kuping Besar menjadi yang ke-14 bagi mereka.

Adapun Liverpool yang sukses mengusung misi revans, maka The Reds menyamai catatan AC Milan sebagai perengkuh trofi Liga Champions terbanyak kedua, yakni 7 kali.

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved