Jumat, 1 Mei 2026

Surya Militer

Pasukan Baret Ungu Marinir Makin Sangar, Latihan Pengintaian dan Pertempuran Bareng US SOCPAC

Pasukan baret ungu marinir makin sangar, mereka menggelar latihan pengintaian dan pertempuran bersama dengan US SOCPAC.

Tayang:
instagram @marinir_tni_al
Pasukan Baret Ungu Marinir Latihan Pengintaian dan Pertempuran Bareng US SOCPAC. 

SURYA.co.id - Pasukan baret ungu marinir makin sangar, mereka menggelar latihan pengintaian dan pertempuran bersama dengan US SOCPAC.

Melansir dari instagram @marinir_tni_al, untuk meningkatkan kemampuan bertempur prajurit, Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir (Yontaifib 1 Mar) mengasah kemampuan ilmu pengintaian darat dengan melaksanakan latihan bersama (latma) The Millitary to Millitary Connection (M2MC) 2022 Torchlight dengan United States Special Operations Command Pacific (US SOCPAC) bertempat di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Bogor, Jawa Barat. Jum'at (20/05/2022).

Pengintaian merupakan suatu misi untuk memperoleh informasi dengan melaksanakan pengamatan visual atau metode deteksi lainnya, tentang aktivitas dan sumber daya musuh atau musuh potensial, atau tentang karakteristik meteorologi, hidrografi, atau geografis dari suatu wilayah tertentu.

Kegiatan Latihan Bersama kali ini merupakan wujud implementasi perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono tentang membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan profesional serta tangguh dalam menghadapi segala ancaman.

Komandan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir Letkol Marinir Jan Risa Romy U., juga menjelaskan, pengintaian yang dilaksanakan secara langsung dengan mengerahkan unit pasukan kecil yang sudah mempunyai kemampuan khusus ke daerah musuh sangatlah lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan peralatan yang menimbulkan pancaran signal, karena hal tersebut dapat lebih mudah terdeteksi oleh pasukan musuh yang mempunyai teknologi modern.

"Pertajam kemampuan dirimu, dengan demikian kalian akan mempunyai bekal taktik maupun teknik cara bertempur dengan benar untuk menghadapi penugasan yang akan datang" ucap Letkol Marinir Jan Risa Romy.

Sebelumnya, tampak Yontaifib 1 Mar dan United States Special Operations Command Pacific (US SOCPAC) melaksanakan drill Close Quarter Battle (CQB) di gedung simulasi PMPP TNI Sentul, Jawa Barat. Rabu (19/05/2022).

Latihan Bersama M2MC 2022 Torchlight merupakan hubungan kerjasama antara TNI AL/Korps Marinir dan US SOCPAC, secara khusus Yontaifib 1 Marinir sebagai momen penting untuk mendapatkan pengetahuan taktik tempur yang lebih modern.

CQB sendiri merupakan pertempuran yang dilakukan dalam jarak dekat atau di dalam ruangan yang bersifat agresif, dadakan, surprise dan selektif fire.

Disamping itu juga diperlukan kecepatan, kekerasan serta memerlukan daya kejut yang luar biasa sehingga harapanya dapat meminimalkan reaksi musuh serta dapat berhasil dilumpuhkanya.

Pada pelaksananya materi CQB dibagi menjadi dua sesi yaitu Tactical discussion/classes oleh prajurit US SOCPAC dengan prajurit Yontaifib 1 Marinir kemudian dilanjutkan dengan Drills yang dilaksanakan di gedung simulasi pertempuran jarak dekat (PJD) yang berada di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Sentul.

Komandan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir (Danyontaifib 1 Mar) Letkol Marinir Jan Risa Romy mengajak kepada segenap prajurit Yontaifib 1 Marinir yang tergabung dalam latihan bersama M2MC-22 Torchlight supaya dapat memanfaatkan momentum latihan kali ini dengan memahami semua materi yang diberikan dari pihak US SOCPAC serta menjalin hubungan yang baik dan keseriusan dalam melaksanakan latihan.

Pesan Jenderal Andika Perkasa

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan pesan penting kepada para pasukan baret ungu marinir TNI AL.

Pesan ini ia sampaikan melalui Dankormar Mayjen TNI Widodo Dwi Purwanto.

Pesan pertama yang disampaikan Jenderal Andika Perkasa adalah terkait olahraga rutin bagi prajurit Korps Marinir.

Ia menitipkan jajaran Korps Marinir agar bisa menjaga kesehatan dan kebugaran mereka karena menurutnya saat ini sudah merupakan era yang berbeda.

Baginya, olahraga adalah kebutuhan sehingga tidak perlu ada jadwal olahraga.

Menurutnya, olahraga sebagai kebutuhan harus ditanamkan kepada prajurit.

Sehingga, di manapun mereka bertugas mereka akan tetap menjaga kesehatan dan kebugarannya.

"Kalau itu sudah tertanam, powerful. Karena apa?

Di mana pun dia berada, apapun yang dia lakukan, mulai lagi operasi di manapun dia pasti sempat menjaga diri. Apalagi Marinir, Pasukan Khusus, bukan kita harus lebih kuat, bagi saya kita harus lebih sehat," kata Andika dikutip dari kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa.

Ia pun sempat mengingatkan Widodo dengan momen jamuan bersama tentara asing di mana postur badan pejabat-pejabat militer negara tersebut tampak ideal.

Namun menurut Andika, postur ideal karena olahraga hanyalah bonus.

Hal terpenting yang didapat dari olahraga, kata dia, adalah kesehatan.

"Olahraga itu bukan hanya untuk badan seperti yang jenderal kemarin itu. Bukan. Itu mah bonusnya saja. Yang lebih penting sehat," kata Andika.

Dalam kesempatan yang sama, Andika juga berpesan kepada Widodo terkait pentingnya latihan kerja sama dengan negara lain.

Ada sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dari latihan bersama dengan negara lain.

Manfaat tersebut di antaranya dapat memberikan kesempatan prajurit TNI berinteraksi dengan tentara negara lain sehingga wawasan prajurit TNI dapat terbuka.

Selain itu, dengan melakukan latihan bersama negara lain dapat memperkuat posisi TNI di dunia internasional.

Untuk itu, ia juga memastikan Korps Marinir juga akan melakukan latihan bersama dengan negara lain di era kepemimpinannya.

"Bagaimana caranya supaya kita tetap kuat. Caranya? Banyak teman. Hari ini kita kuat.

Karena apa? Banyak teman kita, Mas. Itulah yang saya lakukan," kata dia.

Dalam kesempatan lain yang ditayangkan dalam video tersebut, Widodo mengatakan sempat menyaksikan Latihan Bersama Garuda Shield antara TNI AD dengan Angkatan Darat Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Saat itu, kata dia, ia belum mengetahui bagaimana kebijakan Andika yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Namun demikian, setelah mendapat penjelasan dari Andika ia baru memahami bahwa latihan tersebut di antaranya merupakan bentuk persahabatan antarmiliter.

"Garuda Shield ini mempunya nilai strategis di kawasan kita.

Tentu kita dengan Amerika, mungkin nanti dengan Australia punya kepentingan yang sama di kawasan itu.

Kita anggap itu penting. Wujudnya ya Garuda Shield itu," kata Widodo.

Menurutnya, dari persahabatan yang dibangun Andika dengan negara-negara lain akan berujung pada kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia mengatakan dari latihan bersama akan membuat negara lain menghormati tidak hanya institusi TNI melainkan juga Indonesia sebagai negara.

"Kita negara biasa mungkin, bergaul dengan negara-negara besar, maka mereka akan menghormati kita juga.

Menghormati itu bukan hanya menghormati TNI-nya saja, tetapi negara kita yang dihormati," kata Widodo.

>>>Berikut video selengkapnya

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved