Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
KASUS SUBANG TERBARU, Ngos-ngosan Yosef Bantah Serang Danu, Terkuak 2 Orang yang Memicu Kemarahannya
Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat belum juga terungkap, kondisi dua kubu yang berseberangan semakin memanas.
SURYA.CO.ID - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat belum juga terungkap, kondisi dua kubu yang berseberangan semakin memanas.
Yosef Hidayah, saksi yang juga suami korban Tuti Suhartini dan ayah korban Amalia Mustika Ratu emosi saat disebut menyerang Muhammad Ramdanu alias Danu.
Menurut Yosef, statemen dia yang menyebut Danu telah berbohong dan memfitnahnya itu bukan bermaksud menyerang.
"Bapak tidak pernah menyerang, tapi memberikan jawaban atas apa yang dilakukan (Danu) bertubi-tubi dengan tuduhan-tuduhan, fitnah dan kebohongan-kebohongan. Bapak ungkapkan yang sebenarnya," kata Yosef dengan suara ngos-ngosan dikutip dari channel youtube Koin Seribu 77, Senin (23/5/2022).
Yosef kini justru menantang Danu untuk memberi jawaban jika tidak terima dengan pernyataannya.
Baca juga: TERBARU KASUS SUBANG, Danu Mondar Mandir Sehari Setelah Pembunuhan, Mr X Sebut Kasihan Karena ini
Bahkan dia siap jika harus diperiksa kembali oleh penyidik terkait ucapannya terhadap Danu.
"Silakan Danu membuat staetemen apa yang tidak enak.
Jawab aja. Nanti bapak juga punya jawaban lagi.
Kita kembali diperiksa seutuhkan kepada pihak penyidik. Gka pa-pa, itu balance.
Bapak tidak mau mengarang, tidak mau membuat cerita-cerita di luar yang bapak tidak tahu. Tapi sesuai dengan apa yang bapak tahu.
Kalau tidak merasa memfitnah, menuduh, sampaikan saja," tantangnya masih dengan suara ngos-ngosan.
Yosef bahkan mengancam akan menuntut Danu karena telah menyudutkan dia.
"Bapak akan minta pertanggungjawabannya," tegasnya dengan nada tinggi.
Yoris dan Yanti Pemicu Kemarahan Yosef ke Danu
Kemarahan Yosef ke Danu ternyata dipicu pengakuan anak dan menantunya, Yoris Raja Amanullah dan Yanti Jubaedah.
Ternyata setelah bergabung dengan Yosef, Yoris dan Yanti membuat pengakuan yang berbalik menyerang Danu.
Yoris dan Yanti menyebut Danu dalam pemeriksaan di depan penyidik mengatakan jika Yosef dan Mimin Mintarsih (istri muda Yosef) lah pembunuh Tuti dan Amel.
Yoris juga menyebut Danu tidak mau menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang memberikan kesaksian tentang Yosef tersebut.
Dua hal inilah yang kemudian memicu kemarahan Yosef terhadap Danu.
Dalam keterangan terakhir di channel youtube Koin Seribu 77, Yosef mengakui memang tidak mengetahui sendiri tentang Danu yang tidak mau menandatangani BAP.
"Itu bapak gak tahu. Tapi Pak Rohman yang bertanya kepada Yoris dan Yanti.
Yanti dan Yoris yang nanti akan menjawab," ungkapnya.
Sebelumnya, Yosef begitu emosi saat mengetahui cerita itu dari Yoris.
"Danu itu telah betul-betul menuduh saya sebagai pembunuh.
Dia telah memframing dan menuduh saya sebagai pembunuh," ungkap Yosef dikutip dari video yang diunggah channel youtube Koin Seribu 77.
Tuduhan Danu itu dilayangkan sebelum dia didampingi pengacara ATS Law Firm dan setelah digigit anjing pelacak.
Saat itu, Danu harus menjalani pemeriksaan tiga hari di Polres Subang.
Namun, saat kesaksian tentang Yosef itu dibuat berita acara pemeriksaan (BAP), Danu justru menolak menandatangani.
"Kenapa tidak ditandatangani, itu yang menjadi (tanda tanya)
Apa alasan yang sebenarnya," tanyanya dengan nada tinggi.
Selama ini, Yosef mengaku diam saat diframing dan mendapat tuduhan itu.
Dia juga enggan melaporkan para youtuber yang telah mem-framing-nya.
"Kalau sekarang dilaporkan akan mengganggu penyidik dan penyelidikan," katanya.
Apalagi, lanjutnya, pihak kepolisian juga sudah memastikan tidak akan terganggu dengan opini yang ada di medsos.
Dia justru meyakini sebetulnya sudah ada nama-nama tersangka yang dikantongi Kapolda Jabar.
"Saya tidak akan terpengaruh dengan opini liar yang tidak jelas dan salah.
Kita tuh sebetulnya tidak terpengaruh dengan hal itu karena kita sudah di BAP dengan sebenar-benarnya," katanya.
Meski begitu, Yosef tetap tidak bisa menyembunyikan kemarahannya kepada Danu.
"Minimal dia telah merusak dan mencemarkan nama baik, dan menggiring opini bahwa seolah-olah saya sebagai pelaku," tukasnya.
Di bagian lain Heri Susanto, youtuber yang selama ini ikut mendampingi Danu mengaku tak perlu memberi klarifikasi soal BAP yang tidak ditandatangani.
Menurut Heri, selama ini polisi juga tidak pernah memberikan keterangan soal BAP tersebut.
Saya hanya mendengar dari saksi. Jadi saya rasa tim pengacara tidak perlu memberi klarifikasi.
Apalagi katanya, hal itu sebelum didampingi pihak pengacara," kata Heri.
Pernyataan Menohok Achnad Taufan

Sebelumnya, kuasa hukum Danu, Achmad Taufan Soedirjo justru curiga mendengar pernyataan dari kubu Yosef yang menyebut Danu tidak mau menandatangani BAP.
Taufan curiga pihak Yosef yang seorang-olah faham benar terkait BAP karena harusnya itu bersifat rahasia.
"Malah saya curiga, ada apa ini antara penyidik dan pengacara Pak Yoris/Yosef, sepertinya kok tahu banget dalamnya BAP. BAP itu kan rahasia," katanya.
Menurut Taufan, statamen-statemen kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat ini justru menimbulkan kecurigaan balik.
"Statemen itu malah menunjukkan bahwa yang menyampaikan statemen atau yang cuap-cuap itu yang harus diperiksa sama polisi," kata Taufan dikutip dari channel youtube Heri Susanto, Senin (10/1/2022).
Terkait BAP yang berubah-ubah, menurut Taufan tidak hanya Danu yang melakukan itu.
"Kita juga pernah jadi kuasa hukum Yoris. Emangnya Yoris tidak berubah? ada yang berubah," kata Taufan.
Menurutnya, keterangan saksi yang berubah-ubah itu hal yang biasa, bahkan di kasus-kasus sebelumnya yang dia tangani sering terjadi itu.
Karena itu, dia justru tergelitik jika ada saksi yang memberikan keterangan berubah-ubah dicurigai sebagai pelaku.
Taufan lalu memberikan pesan ke kubu Yosef agar tidak memberikan statemen yang menuduh atau memojokkan pihak lain.
"Masyarakat kita udah pinter.
Kita bukan kapastisa menuduh, kita urus klien kita masing-masing, Investiagasi, pastikan klien kita tidak bersalah.
Yang patut menduga-duga, mencurigai itu biarlah polisi.
Polisi sudah tingkat internasional," katanya. (tribun jabar/berbagai sumber)