Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

TERBARU KASUS SUBANG, Danu Mondar Mandir Sehari Setelah Pembunuhan, Mr X Sebut Kasihan Karena ini

Seorang saksi mengungkap gelagat Muhammad Ramdanu alias Danu sehari setelah kejadian pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Editor: Musahadah
kolase youtube
Gelagat Danu sehari setelah pembunuhan ibu dan anak di Subang diungkap Mr X. 

SURYA.co.id | SUBANG - Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. 

Seorang saksi mengungkap gelagat Muhammad Ramdanu alias Danu sehari setelah kejadian pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu atau tanggal 19 Agustus 2022. 

Saksi yang pernah menjabat sebagai bendahara sekolah yang dikelola Yoris Raja Amanullah (anak Tuti) menyebut Danu kerap mondar-mandir sehari setelah kejadian. 

Diungkapkan Mr X, sebutan untuk saksi ini, sehari setelah kejadian atau di hari pemakaman Tuti dan Amel dia sengaja mendatangi rumah Wak Lilis, untuk ikut memakamkan almarhumah. 

Saat itu dia sudah datang sekitar pukul 06.30 WIB. 

Baca juga: KASUS SUBANG TERBARU, Sosok Saksi Misterus Ungkap Kelakuan Yoris ke Dirinya, Iba Pada Danu dan Yosef

"Saya kemauan sendiri, karena saya mau makamin almarhum ibu sama Amel," ungkap saksi Mr X dikutip dari tayangan Koin Seribu 77, Jumat (20/5/2022). 

Saat di rumah Wak Lilis itu lah, saksi diminta Danu ke TKP rumah Tuti dan Amel.

Saat itu, saksi sempat  menanyakan ke Danu itu perintah siapa. 

Danu pun menyebut jika itu perintah Yoris. 

"Kata siapa Nu?, kata Aa' Yoris, kata Danu.
Langsung saya ke TKP," ujar Mr X

Saat itu Mr X ini menganggap jika jenazah korban akan dimakamkan di Ciseuti. 

Namun, setelah ditunggu di TKP, ternyata Tuti dan Amel justru dimakamkan di Jalancagak. 

Karena sudah telanjur berada di TKP, saksi pun bergabung dengan saksi lain yakni Wahyu, Danu, Opik dan Kosasih. 

Mereka bergerombol di depan SMA 1 Jalancagak yang lokasinya berada di depan TKP. 

"Lalu, Danu ambil motor aa' yoris di sekolah (SMA 1 Jalancagak)
Di depan rumah TKP," ujar Mr X

Kenapa motor Yoris bisa ada di depan TKP? Menurut Mr X, saat kejadian atau sehari sebelumnya, motor Yoris memang ditaruh di depan TKP. 

Mr X juga mengungkapkan gelagat Danu yang saat itu tidak bisa diam. 

"Danu tidak bisa diam, bawa motor A' Yoris kesana kemari keluar," katanya. 

Hanya saja saksi ini tidak mengungkapkan urusan apa yang membuat Danu harus kesana kemari menggunakan motor Yoris. 

Kasihan ke Danu dan Yosef

Saat diminta pendapatnya tentang sosok Danu, Mr X ini mengungkapkan hal tak terduga. 

Mr X menyebut kasihan terhadap Danu yang selama ini kerap disudutkan dalam kasus ini. 

Dia juga meyakini bahwa Danu yang juga rekannya sebagai staf yayasan tak terlibat dalam kasus Subang tersebut.

“Danu, kalau saya lihat itu kasihan banget Danu juga,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan ketika diminta pendapatnya tentang Yosef.

Dia meyakini Yosef tidak terlibat dalam kasus ini. 

"Kasihan banget, dia kayak orang gimana gitu loh," kata Mr X yang mengaku masuk ke yayasan setelah direkrut Yosef. 

"Saya yakin bukan pak yosef pelakunya," tegas MR X. 

Mr X lalu menceritakan awal perkenalannya dengan Yosef empat tahun silam atau sekitar tahun 2018. 

Saat itu, dia diminta Yosef membantu merekrut siswa untuk sekolah Bina Prestasi Nasional. 

Keterlibatan Mr X di yayasan berlanjut hingga dia menjadi bendahara sekolah. 

Selama menjadi pengurus itu, saksi mengaku mendapat gaji meskipun tidak dicairkan setiap bulan. 

Namun, di akhir-akhir, Mr X justru diberhentikan tidak dengan hormat oleh pihak yayasan. 

Mr X tidak menyebut alasan di balik pemberhentian dirinya. 

Dia hanya mengungkap hubungannya dengan Yoris sebagai ketua yayasan kini terputus. 

"Hubungan dengan Yoris lost kontak, nomor saya juga diblokir," akunya. 

Lihat video selengkapnya

Beredar Chat Perintah Yoris

Kasus Subang, saksi kunci Muhammad Ramdanu alias Danu banjir dukungan. Namun, kondisi Danu bertolak belakang dengan Yoris yang menjadi sasaran kritik warganet.
Kasus Subang, saksi kunci Muhammad Ramdanu alias Danu banjir dukungan. Namun, kondisi Danu bertolak belakang dengan Yoris yang menjadi sasaran kritik warganet. (Kolase Youtube)

Sebelumnya, beredar chat WhatsApp berisi perintah Yoris Raja Amanullah ke Muhammad Ramdanu alias Danu yang viral di media sosial.   

Seperti diketahui Yoris adalah putra korban Tuti Suhartini dan kakak korban Amalia Mustika Ratu yang menjadi saksi kunci kasus Subang

Sementara Danu adalah keponakan Tuti yang juga sepupu Yoris.

Chat tertanggal 19 Agustus 2021 pukul 12.08 atau sehari setelah kasus subang terjadi itu berisi perintah Yoris untuk Danu.

Berikut isi lengkap chat itu dikutip dari tayangan youtube Heri Susanto:

"Hati-hati takut barang bukti hilang... Wayahna depan jagaan sebelum polisi datang".

Baca juga: UPDATE KASUS SUBANG, Digoyang Isu Saksi Bayaran, Kades Jalancagak Beber Alasan Beri Rp 50 Ribu/Orang

"Sip," jawab Danu, 

Tampak pula Danu mengirimkan sejumlah foto kepada Yoris yang menunjukkan kondisi depan rumah Tuti yang merupakan TKP pembunuhan.

Salah satu foto sempat viral karena memperlihatkan adanya petugas yang akhirnya dikenai adalah oknum bantuan polisi (Banpol) sedang berada di pelataran TKP.

Setelah itu, Yoris kembali mengirimkan pesan ke Danu.

"A Danu hoyong makan sareng pak," tulis Yoris. 

Awalnya chat ini diungkap untuk menjawab isu bahwa foto banpol yang dikirimkan Danu ke Yoris itu sudah dibuat sejak tanggal 14 Agustus 2019. 

Namun, belakangan chat dari Yoris itu banyak yang mempertanyakan maksudnya, terutama kalimat Yoris yang meminta Danu untuk hati-hati takut barang bukti hilang. 

Kalimat Yoris yang menyebut sebelum polisi datang, juga menjadi sorotan banyak netizen. 

Apa maksud Yoris menulis kalimat itu? Dan apakah Yoris sudah tahu jika polisi akan datang? 

Hingga berita diunggah belum ada konfirmasi dari Yoris terkait chat tersebut. 

Lihat video selengkapnya 

Update berita lainnya di Google News SURYA.co.id 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved