Berita Jember

Pemkab Jember Lawan Katarak Melalui Program J-Terak

Pemerintah Kabupaten Jember menggelar program Jember Tindakan Eliminasi Katarak (J-Terak).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Rahadian Bagus
Pemerintah Kabupaten Jember menggelar program Jember Tindakan Eliminasi Katarak (J-Terak). Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan, RSD dr Soebandi Jember, Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia, juga LSM di bidang kesehatan. 

SURYA.CO.ID|JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar program Jember Tindakan Eliminasi Katarak (J-Terak).

Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan, RSD dr Soebandi Jember, Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia, juga LSM di bidang kesehatan.

Program J-Terak ini sudah mulai berjalan di pertengahan Mei ini.

Pada awal pelaksanaan program ini, Pemkab Jember menargetkan tindakan operasi katarak untuk 200 orang.

Hal awal yang dilakukan adalah mencari warga penderita katarak, kemudian menjalani proses skrining.

Sabtu (14/5/2022), skrining tahap kedua dilakukan di RSD dr Soebandi Jember.

"Skrining tahap pertama dilakukan di 50 Puskesmas se-Kabupaten Jember. Petugas Puskesmas juga mendapatkan pelatihan skrining dari tim dari RSD dr Soebandi Jember. Mereka yang menjalani skrining pertama, kemudian menjalani skrining kedua," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr Lilik Lailiyah, Senin (16/5/2022).

Skrining tersebut untuk memastikan kondisi katarak pasien, sehingga bisa dan layak untuk dioperasi.

Tindakan operasi akan dilakukan pada 27 - 30 Mei mendatang.

Lilik menambahkan, program tersebut juga merupakan realisasi dari aspirasi masyarakat melalui program Jember Hadir untuk Rakyat (J-Hur) di sejumlah kecamatan beberapa bulan kemarin.

Aspirasi tersebut di antaranya, adanya program bantuan operasi untuk penderita katarak.

Lilik menegaskan, program itu juga untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Jember.

"Meskipun sekarang kita masih melawan Covid-19, kemudian muncul hepatitis (akut/misterius). Kita tentunya tetap harus memikirkan penyakit yang tidak menular, penyakit degeneratif. Satu di antaranya, katarak ini," tegas Lilik.

Mereka yang mengikuti skrining katarak tersebut berasal dari 31 kecamatan se-Kabupaten Jember, melalui 50 Puskesmas. Setiap Puskesmas mengirimkan jumlah pasien berbeda.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved