Berita Kediri

Bupati Kediri Mas Dhito Beri Imbauan Guru untuk Awasi Penggunaan Gadget Siswa

Dengan PTM ini, guru dapat langsung memberikan pengembangan karakter serta pendidikan moralitas kepada siswanya.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID/AHMAD ZAIMUL HAQ
Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito (kanan) di Pendopo Kabupaten Kediri, Senin (22/3/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pandemi menuntut setiap lini dan bidang kerja melakukan penyesuaian, tak terkecuali dalam pendidikan.

Selama pandemi banyak terobosan yang harus dilakukan dalam proses belajar mengajar.

Mulai dari adanya pegurangan kuota siswa dalam proses pembelajaran hingga penggunaan pembelajaran daring.

Dengan intensitas tinggi siswa dalam penggunaan gadget jika kurang adanya pembatasan maupun pengawasan dari guru dan orang tua, dapat menimbulkan bahaya demoralisasi ataupun penurunan moralitas pada siswa.

Hal ini disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat (13/5/2022) kemarin.

“Banyak sekali message atau atau pesan yang masuk melalui sosial media ataupun dari Whattsap. Menyampaikan bahwa kalau siswa ini dibiarkan terus dengan pembelajaran daring maka resikonya akan terjadi demoralisasi,” katanya saat memberikan amanat pada upacara tersebut.

Seiring perkembangan zaman gadget itu membantu, lanjutnya, namun di sisi lain juga menyulitkan.

Menurutnya, untuk mencegah bahaya demoralisasi, pembelajaran tatap muka (PTM) sangat diperlukan.

Dengan PTM ini, guru dapat langsung memberikan pengembangan karakter serta pendidikan moralitas kepada siswanya.

“Saya rasa dengan sekarang ini pembelajaran sudah kembali normal sudah kembali seratus persen, saya harapkan bisa terjadi pembelajaran yang berkualitas. Dan menumbuhkan generasi bangsa yang memiliki moralitas,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini mengajak seluruh insan pendidikan yang ada di wilayahnya untuk memaknai tema Peringatan Hardiknas pimpin pemulihan, bergerak untuk merdeka belajar dengan benar-benar hadirnya sosok guru dalam memberikan pendidikan terhadap siswanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko menjelaskan Peringatan Hardiknas ini diisi dengan pemberian bantuan pendidikan kepada dua siswa dari Desa Karangrejo dan Desa Manyaran, serta satu kursi roda untuk siswa disabilitas dari SDN Brenggolo 1.

Sujud berharap dengan adanya bantuan dari Mas Dhito ini dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.

“Upacara Peringatan Hardiknas ini sedianya dilaksanakan pada dua Mei, namun karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri maka dari Kementerian menginstruksikan untuk dilaksanakan langsung,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved