Berita Mojokerto

Polisi Terapkan Tilang Elektronik di Kota Mojokerto

Penindakan pelanggaran (Dakgar) menggunakan alat Incar atau E-tle mobile tersebut digunakan untuk menindak pelanggaran lalu lintas di 9 titik jalan

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Petugas Satlantas Polres Mojokerto Kota saat melakukan uji coba penerapan E-Tle atau tilang elektronik di ruas jalan raya Kota Mojokerto. 

 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Satlantas Polresta Mojokerto melakukan uji coba penerapan
E-Tle (Electronic Traffic Law Enforcement) Mobile atau tilang elektronik di ruas jalan raya Kota Mojokerto.

Penindakan pelanggaran (Dakgar) menggunakan alat Incar atau E-tle mobile tersebut digunakan untuk menindak pelanggaran lalu lintas di 9 titik jalan.

Di antaranya jalan raya Bhayangkara, Jl Pb Sudriman, Jl Niaga, Jl Majapahit, Jl Prajurit Kulon, Jl Brawijaya, Jl Hayam Wuruk, Jl Gajah Mada dan Jl Benteng Pancasila Kota Mojokerto.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Iptu MK Umam menjelaskan alat incar E-tle ini terpasang di mobil patroli yang berfungsi untuk memantau apabila terjadi pelanggaran lalu lintas di jalan raya.

"Di Kota Mojokerto sudah ada E-tle Mobile yang telah diuji coba oleh petugas Satlantas Polres Mojokerto Kota, tentunya diharapkan masyarakat pengguna jalan agar tetap waspada dan patuh dalam berlalu lintas," jelasnya kepada Surya.co.id, Minggu (15/5/2022).

Umam mengatakan cara kerja alat incar E-tle ini merekam jika terjadi pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Sistem akan bekerja dengan gambar (Screenshot) yang diteruskan ke operator.

Kemudian, dilakukan analisis terlebih dahulu dari gambar tersebut apakah diduga pelanggar itu benar-benar melanggar lalu lintas atau tidak melalui sistem aplikasi E-tle.

Kendaraan dan pelat nomor yang sudah terkoneksi dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan jika tidak terbukti melanggar oleh sistem maka akan dihapus langsung oleh operator.

Namun sebaliknya, jika terbukti melanggar lalu lintas maka kendaraan dan pelat nomor yang terindentifikasi dengan NIK maka sistem akan bekerja mencetak E-tle atau surat tilang.

"Jadi mobil patroli yang telah terpasang alat incar E-tle ini akan berfungsi untuk melihat, memantau dan memonitoring pengendara kendaraan terkait pelanggaran lalu lintas di jalan raya," ungkapnya.

Menurut dia, pelanggar lalu lintas dapat mengurus pelanggaran sesuai petunjuk dalam surat E-tle yang sudah dikirim ke alamat sesuai kendaraan dan pelat nomor yang terkoneksi dengan NIK.

Pelanggar wajib memiliki Surat Izin Mengemudi) saat mengurus pelanggaran E-tle.

"Jika tidak memiliki SIM pelanggar bisa datang langsung ke Polres Mojokerto Kota di Unit Gakkum Satlantas untuk melihat denda tilang melalui Pengadilan maupun Kejaksaan," ucap Umam.

Masih kata Umam, inovasi dari Satlantas Polres Mojokerto Kota terkait adanya alat incar E-tle ini bertujuan untuk mengimplementasikan program prioritas Kapolri, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, mengubah image masyarakat terhadap proses penindakan Polantas, menimbulkan deteren efek terhadap pelanggar.

"Kemudian, membentuk karakter tertib berlalu lintas, menghindari penyalahgunaan wewenang oleh petugas, menghindari debat antara petugas dan pelanggar dan memberi kepastian Hukum kepada masyrakat," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved