Berita Jember

Di RSD Soebandi Jember, Tiga Dokter Khusus Jadi Garda Terdepan Pendeteksi Hepatitis Misterius

Dokter jaga IGD yang melakukan penanganan awal, sebelum kemudian ditangani oleh dokter spesialis anak, dan spesialis penyakit dalam.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Titis Jati Permata
pixabay.com
Foto Ilustrasi 

SURYA.CO.ID, JEMBER - RSD dr Soebandi menyiagakan tiga dokter berbeda untuk memantau adanya kasus hepatitis tanpa penyebab jelas yang saat ini ditemukan di sejumlah negara.

Ketiga dokter itu adalah dokter jaga IGD, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis penyakit dalam.

Direktur RSD dr Soebandi Jember, dr Hendro Soelistijono menuturkan, sampai saat ini belum ditemukan kasus hepatitis tanpa penyebab tidak jelas tersebut.

"Belum ada yang ditemukan di RSD dr Soebandi, namun kami telah waspada, yakni dengan menyiapkan tiga jenis dokter yakni dokter jaga di IGD, kemudian dokter anak, dan dokter penyakit dalam," ujar Hendro kepada SURYA.CO.ID, Selasa (10/5/2022).

Dokter jaga IGD yang melakukan penanganan awal, sebelum kemudian ditangani oleh dokter spesialis anak, dan spesialis penyakit dalam.

"Jadi memang ketiga dokter ini yang menjadi garda terdepan dalam tata laksana penanganan kasus hepatitis dengan penyebab tidak jelas. Untuk mengetahui, dia jenis hepatitis apa perlu cek laboratorium. Akan diketahui apakah A, B, C, D, atau E. Jika diluar itu semua, maka disebut hepatitis dengan penyebab tidak jelas," tegas Hendro.

Jika menemukan kasus seperti itu, lanjutnya, tim mengisi formulir yang telah disediakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Kami mengisi google form yang telah disiapkan oleh IDAI, juga melapor ke Dinkes," kata Hendro.

Antisipasi Dinas Kesehatan Jember

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Lilik Lailiyah menambahkan, sampai saat ini tidak ada temuan kasus hepatitis yang penyebabnya tidak jelas tersebut.

"Jember tidak ada, namun kami mengantisipasi. Kami sudah menyampaikan edaran perihal kasus itu ke semua fasilitas kesehatan di Jember," ujar Lilik, Selasa (10/5/2022).

Semua fasilitas berupa rumah sakit, klinik, juga Puskesmas diminta melapor ke Dinkes jika menemukan kasus hepatitis tanpa penyebab tidak jelas tersebut.

"Jika ditemukan, tim surveilan juga harus segera bekerja. Menelusurinya, selain melaporkan kepada Dinkes. Prosedur penanganan juga harus dilakukan oleh tim medis," tegas Lilik.

Namun sejak ditemukan kasus pada awal Lebaran lalu, lanjut Lilik, sampai saat ini belum ada laporan temuan kasus hepatitis tersebut.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved