Berita Kota Surabaya

Nekad Buka selama Ramadhan Lalu, Sejumlah Tempat Hiburan di Surabaya Ditutup Hingga Seusai Lebaran

Tercatat ada empat RHU yang ditindak karena melanggar larangan beroperasi saat bulan puasa dan pasca Lebaran

surya/bobby constantine Koloway
Ilustrasi penindakan RHU yang melanggar oleh petugas gabungan 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menindak sejumlah tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang nekad beroperasi selama Ramadhan. Selain denda, masing-masing tempat hiburan harus ditutup hingga seusai Lebaran.

Tercatat ada empat RHU yang ditindak karena melanggar larangan beroperasi saat bulan puasa dan pasca Lebaran.

"Ada empat RHU yang kami tindak karena mereka beroperasi selama Ramadhan hingga pasca Lebaran. Sebab berdasarkan regulasi, seluruh RHU harus tutup selama puasa hingga H+3 Lebaran," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Selasa (10/5/2022).

Saat Ramadhan, kegiatan usaha pariwisata rekreasi hiburan umum (RHU) memang wajib tutup untuk pelaksanaan puasa. Ini seperti sub jenis usaha diskotek, sub jenis usaha kelab malam, sub jenis usaha pub/rumah musik, sub jenis usaha karaoke dewasa, sub jenis usaha karaoke keluarga, sub jenis usaha panti pijat dan bidang usaha SPA.

Eddy menjelaskan, saat ini RHU diperbolehkan buka. Sekalipun tetap dengan memperhatikan regulasi sesuai penerapan PPKM level 1.

Sekalipun demikian, Pemkot Surabaya tetap konsisten melakukan monitoring situasi Covid-19. Terutama setelah masyarakat melaksanakan mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah /2022 Masehi.

Eddy mengatakan, pasca libur lebaran ini pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan monitoring selama sebulan ke depan. Monitoring dilakukan untuk memastikan tidak adanya penyebaran Covid-19 yang ditimbulkan pasca mudik Lebaran meski saat ini kasus terus melandai.

"Harapan kita tidak ada masyarakat yang tertular pasca mudik ini. Jadi harapan kita dalam waktu satu bulan tidak ada gejala-gejala tertularnya Covid-19," tambahnya.

Selain melakukan monitoring situasi Covid-19, Satpol PP Surabaya bersama instansi terkait juga melaksanakan Swab Hunter. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari treatment untuk mengetahui gejala penyebaran Covid-19 di suatu wilayah.

"Kami akan melihat sasaran dan lokasinya yang memang betul-betul itu mengkhawatirkan terjadinya penyebaran Covid-19," urai Eddy.

Misalnya, kerumunan di pasar atau di tempat-tempat fasilitas umum yang lain. Di lokasi-lokasi tersebut, swab hunter masih tetap digelar. "Sambil kita menunggu Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) terkait PPKM Level di Surabaya," tegasnya.

Ini akan sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi yang menjadi salah satu perhatian serius dari Pemkot Surabaya. Karena itu, pasca libur Lebaran ini aktivitas ekonomi di Surabaya juga menjadi sektor yang dipantau.

"Kita monitoring terkait dengan aktivitas sektor ekonomi. Apakah mulai kembali seperti semula sebelum Idul Fitri atau sebelum Ramadhan. Itu yang kita pantau dan kita awasi," imbuhnya.

Tak hanya itu, Eddy menyatakan, bahwa pasca libur lebaran ini Pemkot Surabaya juga melaksanakan pengawasan penduduk pendatang. Pengawasan ini melibatkan tiga pilar bersama Ketua RT/RW setempat. "Pelaksanaannya dilakukan serentak di 31 kecamatan mulai tanggal 9 hingga 13 Mei 2022," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved