Berita Malang Raya
13 Perpustakaan Sekolah di Kota Batu Telah Terakreditasi
Akreditasi perpustakaan sekolah ini adalah program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Perpustakaan Nasional.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, BATU - 13 perpustakaan sekolah mulai tingkat SD hingga SMA di Kota Batu terakreditasi.
Akreditasi perpustakaan sekolah ini adalah program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Perpustakaan Nasional.
13 Perpustakaan sekolah tersebut terdiri atas SMK 1, SMK 2, SMK 3, SMA 2, SMK Imanuel, SMP 04, SMP 6, SD Sumbergondo 2, SD Sumbergondo 3, SD Beji 1, SD Ngaglik 1, SD Pendem 1, dan SD Mojorejo 1.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Batu, Santi Restuningsasi menjelaskan 13 sekolah tersebut telah mendapatkan penilian seperti tentang sarana dan prasarana, lalu layanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggara dan pengelolaan perpustakaan, aspek inovasi perpustakaan serta koleksi lebih dari 1.000 judul buku.
"Jadi ada enam komponen yang dinilai dan 13 sekolah ini telah lolos semuanya. Kami sangat senang dengan pencapaian ini karena menjadi wujud semangat meningkatkan literasi masyarakat, khususnya para pelajar," ujar Santi, Jumat (6/5/2022).
Kata Santi, dengan adanya akreditasi itu, maka layanan di perpustakaan tersebut maksimal.
Setidaknya menciptakan siswa cerdas, mampu dan cakap.
Pasalnya, banyaknya judul buku yang tersedia telah membuat siswa memiliki banyak pilihan untuk membaca.
"Sejak ada akreditasi pada 2018, lebih dari 50 sekolah di Kota Batu telah terakreditasi," imbuh Santi.
Pada 2022 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan telah mendata ada 10 sekolah yang dipersiapkan untuk mendapatkan akreditasi.
Jumlah itu kemungkinan bisa bertambah karena saat ini prosesnya sedang berlangsung.
Menurut Santi, tidak mudah untuk merekomendasikan sekolah karena banyaknya kebutuhan administrasi.
Terkadang, ada juga pihak sekolah yang beranggapan kelengkapan administrasi itu komponen cukup berat.
"Ada sekolah yang beranggapan komponen cukup berat. Ini juga terkait anggaran di sekolah. Jadi memang harus menyesuaikan kemampuan dulu. Untuk melaksanakan pembinaan, kami lakukan pelatihan bersama pustakawan," imbuh Santi.
Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu memiliki tujuh pustakawan.
Jumlah tersebut tidak terlalu banyak sehingga jika ada pelatihan harus memaksimalkan waktu dan program.
Santi juga menekankan agar perpustakaan di masing-masing sekolah memiliki inovasi.
Hal tersebut menjadi salah satu penilaian yang penting karena inovasi bisa menarik minat siswa untuk datang dan belajar.
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/salah-satu-suasana-ruangan-di-perpustakaan-daerah-kota-batu-yang.jpg)