Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
UPDATE KASUS SUBANG: Pertemuan Tak Terduga Yosef dan Danu, Sikap Salah Satu Kubu Bikin Heran
Dua pihak yang saat ini sedang berkonflik dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, yakni Yosef dan Danu tiba-tiba bertemu.
Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID - Dua pihak yang saat ini sedang berkonflik dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, yakni Yosef dan Danu tiba-tiba bertemu.
Pertemuan Yosef dan Danu terjadi saat keduanya mendatangi makam Tuti dan Amalia di momen Idul Fitri 1443 H.
Hal itu diungkap Yosef dalam wawancara yang dikutip dari tayangan kanal Youtube Koin Seribu 77.
Ia menjelaskan, saat itu ia ziarah ke makam Tuti dan Amalia ditemani keluarga, termasuk Yoris dan istrinya, Yanti Jubaedah.
Sementara Danu datang ke makam juga bersama keluarga Tuti, dan ibu angkatnya, Wa Ida.
Lanjut Yosef menjelaskan momen pertemuan yang justru semakin membuatnya terheran-heran.
Pasalnya, hingga saat ini pihak Danu belum meminta maaf atas tuduhan yang ditujukan kepadanya.
“Yah, jangankan minta maaf kepada yang sudah tiada, dia itu telah membuat framing, menuduh saya sebagai pelaku dalam kejadian ini, kepada saya yang masih hidup dia tidak mau untuk meminta maaf,” ujar Yosef.
Bukan hanya tak meminta maaf, Danu pun sampai enggan bertegur sapa dengan Yosef.
“Sebetulnya pertemuannya kebetulan, saya baru datang dia sudah ada di sana. Jadi gak ada kontekan, cuma spontanitas bertemu, cuma herannya kenapa (tidak menyapa)?” ujar Yosef.
Kejadian ini, katanya, seolah mengulang pertemuannya dengan Danu saat pemeriksaan berlangsung di Polda Jabar.
“Kok gak bertegur sapa, bertemu tak langsung menyapa,” ujarnya.
Simak video lengkapnya di sini
Diwartakan sebelumnya, kubu Yosef HIdayah dan Yoris Raja Amanullah terus melancarkan serangan terhadap Muhammad Ramdanu alias Danu terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.
Lagi-lagi, keterangan Danu yang berubah-ubah dipakai senjata mereka untuk terus menyudutkan Danu.
Kuasa hukum Yosef dan Yoris, Rohman HIdayat kembali mengungkit soal sikap Danu yang tak mau tanda tangan berita acara pemeriksaan (BAP).
Menurut Rohman itu terjadi sebelum Danu didampingi kuasa hukum dari ATS Law Firm dan setelah klarifikasi pemeriksaan anjing pelacak,
Rohman mengaku mendapat informasi bahwa Danu tidak mau tanda tangan BAP itu dari Yoris.
Dari hal tersebut, Rohman mengaku merasa heran karena Polres Subang membiarkan ada saksi yang memberikan keterangn tidak pasti.
“Dari situ lah pertanyaan saya, kenapa Polres Subang saat itu membiarkan ada orang memberikan keterangan tidak benar,”
“Padahal kan ini proses demi keadilan, gak boleh dong orang memberikan keterangan begitu saja, menarik keterangannya atau tidak mau menandatangani,” ujarnya dikutip dari channel youtube koin seribu 77.
Rohman mengaku dari tahapan pemeriksaan itu saja pihaknya merasa heran.
“Ini ada apa penyelidikan di Polres Subang itu begitu rumit,” ucapnya.
Bahkan saking rumitnya, hingga akhirnya kasus Subang diambil alih oleh Polda Jabar.
Lalu keterangan apa yang tidak mau ditandatangani Danu?
Keterangan saat BAP yang ditarik kembali tersebut saat Danu menyebut Yosef dan Mimin Mintarsih.
Hal ini sebenarnya sempat diungkap kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat.
Saat itu, Rohman Hidayat mengungkap alasan Yoris pecah kongsi dari Danu dalam pendampingan hukum oleh kuasa hukum sebelumnya, Achmad Taufan.
Rohman Hidayat menyinggung saksi Danu yang sering memberikan keterangan berubah-ubah.
Ia menyebut keterangan yang diberikan Danu terkesan mengarang.
Hal tersebut diketahui setelah selesai pemeriksaan, Danu tidak mau menandatangani BAP.
“Danu tidak mau menandatangani BAP dan mengatakan bahwa keterangannya itu hanya karangan saja,” ujar Rohman Hidayat, dikutip dari Youtube Anjas di Thailand.
Sikap Danu yang menarik keterangannya kembali saat ia masih bersama Yoris dan Yanti.
Karena sikap Danu itulah yang sering berubah-ubah keterangan membuat Yoris menyimpan curiga kepada Danu.
Tak sampai di sana, Rohman Hidayat pernah menjelaskan tuduhan-tuduhan terhadap Yosef dan Mimin Mintarsih mencuat dalam kasus Subang tersebut berasal dari cerita Danu saat BAP.
Lantas hal itulah, Yosef dan Mimin Mintarsih, dua nama yang disebut Danu saat pemeriksaan BAP, namun akhirnya ia tak mau menandatangani BAP tersebut.
Yosef mengungkap kesaksian Danu yang membuat dia murka.
Ternyata, menurut Yosef, dalam kesaksiannya di depan penyidik Polres Subang, Danu menuduh dia lah pembunuh Tuti dan Amel.
"Danu itu telah betul-betul menuduh saya sebagai pembunuh.
Dia telah memframing dan menuduh saya sebagai pembunuh," ungkap Yosef dikutip dari video terbaru yang diunggah channel youtube Koin Seribu 77.
Tuduhan Danu itu dilayangkan sebelum dia didampingi pengacara ATS Law Firm dan setelah digigit anjing pelacak.
Saat itu, Danu harus menjalani pemeriksaan tiga hari di Polres Subang.
Namun, saat kesaksian tentang Yosef itu dibuat berita acara pemeriksaan (BAP), Danu justru menolak menandatangani.
"Kenapa tidak ditandatangani, itu yang menjadi (tanda tanya)
Apa alasan yang sebenarnya," tanyanya dengan nada tinggi.
Selama ini, Yosef mengaku diam saat diframing dan mendapat tuduhan itu.
Dia juga enggan melaporkan para youtuber yang telah mem-framing-nya.
"Kalau sekarang dilaporkan akan mengganggu penyidik dan penyelidikan," katanya.
Apalagi, lanjutnya, pihak kepolisian juga sudah memastikan tidak akan terganggu dengan opini yang ada di medsos.
Dia justru meyakini sebetulnya sudah ada nama-nama tersangka yang dikantongi Kapolda Jabar.
"Saya tidak akan terpengaruh dengan opini liar yang tidak jelas dan salah.
Kita tuh sebetulnya tidak terpengaruh dengan hal itu karena kita sudah di BAP dengan sebenar-benarnya," katanya.
Meski begitu, Yosef tetap tidak bisa menyembunyikan kemarahannya kepada Danu.
"Minimal dia telah merusak dan mencemarkan nama baik, dan menggiring opini bahwa seolah-olah saya sebagai pelaku," tukasnya.