Ucapan Lebaran Minal Aidin Wal Faizin Apa Artinya? Ternyata Bukan 'Mohon Maaf Lahir Batin'
Saat merayakan Hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, biasa terlontar ucapan selamat lebaran 'Minal Aidin Wal Faizin'.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Saat merayakan Hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, biasa terlontar ucapan selamat lebaran 'Minal Aidin Wal Faizin'.
Lantas apa sebenarnya arti Minal Aidin Wal Faidzin?
Dikutip dari YouTube Tribunnews.com, dijelaskan Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said, Khasan Ubaidillah MPdI makna Minal Aidin Wal Faizin menjelaskan asal mula ungkapan tersebut.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal, Dilengkapi Tata Caranya
"Menjelang Lebaran sering banyak mendapat kiriman pesan Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin."
"Ini bagi sebagian orang mungkin akan berpandangan bisa jadi Mohon Maaf Lahir dan Batin adalah arti dari Minal Aidzin Wal Faizin."
"Nah mungkin ini ya kekurangtepatan dari ucapan Bahasa Arab kemudian kata sambung, atau kalimat sambung yang digunakan."
"Seolah-olah semakna, padahal berbeda," kata Khasan.
Dijelaskan bahwa di zaman sahabat Nabi, ucapan yang biasanya digunakan adalah taqobalallahu minna wa minkum taqobbal ya karim.
Kemudian ucapan tersebut disambung dengan wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin.
"Pada zaman sahabat itu memang yang lebih banyak diucapkan adalah mendoakan."
"Sering disebutkan bahwa Taqobalallahu minna wa minkum taqobbal ya karim. Ini sebenarnya yang sering."
"Kemudian disambung wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin. Nah inilah kata panjangnya yang sebenarnya kalau kita tarik," sambungnya.
Perlu diketahui, taqobalallahu minna wa minkum taqobbal ya karim adalah bentuk doa.
Dalam doa itu, kita mendoakan orang yang disebutkan atau yang didoakan itu.
"Taqobalallahu minna wa minkum taqobbal ya karim. Ini adalah bentuk doa di mana kita mendoakan orang yang kita sebutkan atau yang kita doakan itu."
"Semoga amal baiknya diterima oleh Allah dan Yang Maha Karim."
"Kemudian ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin, ini adalah doa semoga kita semuanya dijadikan menjadi orang-orang yang minal ‘aaidina, orang-orang yang kembali kepada kebaikan."
"Kembali kepada kesucian, kembali kepada fitrah. Dan wal faaiziin, itu menjadi bagian orang-orang yang beruntung," tutur Khasan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ucapan minal aidin wal faizin berarti doa agar kita menjadi bagian orang-orang yang kembali kepada hal-hal yang baik.
"Maka sebenarnya kalau kita tarik dari minal ‘aaidin wal faaiziin ini adalah doa agar kita menjadi bagian orang-orang yang kembali kepada hal-hal yang baik."
"Kembali menjadi orang yang lebih baik, kembali kepada kesucian, kembali kepada fitrah kita, dan semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung di kemudian hari."
"Makanya memang ucapan ini dengan kata sambung yang sering dipakai, seolah-olah artinya adalah mohon maaf lahir dan batin," kata dia.
Artikel ini tayang di Tribunnews.com berjudul Arti Ucapan Minal Aidin Wal Faizin Sebenarnya, Bukan Mohon Maaf Lahir dan Batin