Berita Kediri

Bupati Mas Dhito Sebut Idul Fitri Tahun Ini Menjadi Ajang Melepas Rindu Sekaligus Pemulihan Ekonomi

“Dengan suguhan keindahan dan keasrian dua gunung ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang datang,” paparnya.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Deddy Humana
istimewa
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyambut perayaan Idul Fitri 1433 Hijriyah. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Dengan diperbolehkannya mudik tahun 2022 ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah sebagai ajang meluapkan rindu hingga pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

Menurut Bupati Kediri, momentum lebaran kali ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya di mana angka Covid-19 masih tinggi. Sehingga mengharuskan silaturahim dilakukan secara daring.

Kesempatan mudik tahun ini sedianya akan lebih semarak sekaligus menjadi ajang meningkatkan keharmonisan keluarga dengan meluapkan rindu kampung halaman.

“Meski demikian jangan lupa untuk terus menjaga kondisi, semoga dengan perayaan Idul Fitri tahun ini akan menumbuhkan semangat untuk saling menguatkan dengan silaturahim,” tutur Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu, Minggu (1/5/2022).

Semangat itulah, kata Mas Dhito, akan menjadi refleksi untuk pemulihan ekonomi dari berbagai sektor. Terlebih pariwisata di Kabupaten Kediri. Mas Dhito mengatakan, selama libur lebaran tahun ini destinasi wisata yang dikelola Pemkab Kediri akan dibuka.

Dua destinasi wisata yang diprediksi akan ramai kunjungan adalah wisata Gunung Kelud dan Wilis. Kedua destinasi unggulan Kabupaten Kediri ini, menurutnya, sebelum pandemi selalu dipenuhi oleh wisatawan saat libur lebaran.

“Dengan suguhan keindahan dan keasrian dua gunung ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang datang,” paparnya.

Mas Dhito juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri dan Kediri raya. “Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita selalu diberikan keberkahan dan dapat dipertemukan kembali di Ramadan tahun depan,” ucap Mas Dhito.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Adi Suwignyo menjelaskan, meski destinasi wisata di Kabupaten Kediri dibuka namun wisatawan yang masuk harus menunjukkan bukti vaksinasi. Diprediksi, jumlah pengunjung di tiap destinasi, baik itu Gunung Kelud maupun Wilis, akan mencapai 3.500 pengunjung per hari.

Untuk menguraikan, membeludaknya jumlah pengunjung ke beberapa tempat wisata lain tetap akan di buka, seperti Simpang Lima Gumul. “Untuk mengurai pengunjung agar tidak terjadi kepadatan bahkan kerumunan, Simpang Lima Gumul dibuka hingga Rabu (4/5/2022) mendatang,” pungkasnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved