UPDATE KKB PAPUA Makin Brutal Tembaki 2 Prajurit TNI Kirim Logistik, Aksi Balas Dendam Kian Beringas
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah di distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
SURYA.CO.ID - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah di distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
Kali ini KKB Papua menyerang prajurit Satgas Kodim Yonif R 408/SBH seusai berpatroli.
Akibatnya dua prajurit TNI terluka tembak.
Mereka adalah Sertu Sudirno terkena tembakan di siku tangan kanan dan Praka Zubaidi terkena tembakan di hidung sebelah kanan tembus di bibir atas sebelah kiri.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman mengatakan, dua prajurit tersebut dievakuasi menggunakan helikopter.
“Sudah dievakuasi RSUD Mimika. Keduanya dalam keadaan sadar,” jelasnya dalam keterangan diterima Tribun-Papua.com.
Baca juga: DETIK-DETIK Komandan KKB Papua Marah Besar Viral, Singgung Perjuangan Melawan TNI-Polri
Kapendam Herman menuturkan, kontak tembak tersebut terjadi saat Satgas Kodim Yonif R 408/SBH menuju Kampung Kago setelah melaksanakan patroli dan mengirim logistik.
Sertu Sudirno dan Praka Zubaidi terluka saat KKB menghadang serta menembaki truk Satgas Kodim Yonif R 408/SBH di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Sabtu (40/4/2022) dini hari.
Baku tembak berlangsung saat prajurit TNI hendak kembali ke markas, usai mengantarkan logistik ke Pos Koramil Wuloni dan Pos Koramil Mayuberi.
Saat kembali ke Ilaga sekira pukul 00.48 WIT, truk yang ditumpangi 10 prajurit TNI diadang KKB.
“Kejadiannya kontak tembak tersebut terjadi dinihari sekitar pukul 00.48 WIT di Kampung Kimak, Distrik Ilaga,” kata Letkol Kav Herman Taryaman.
Ini bukan kali pertama KKB Papua berulah di distrik Ilaga.
Berikut di antaranya:
1. Tembak Tukang Ojek

Sebelumnya, Samsul Satto, seorang tukang ojek ditembak saat sedang minum kopi di depan rumah, Kampung Kibologome, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak pada Senin (25/4/2022) siang.
Saat Samsul Sattu dan empat rekannya tengah duduk-duduk di depan rumah, tiba-tiba dua orang tak dikenal lewat di depan rumah langsung melepas tembakan ke arah dada korban.
"Korban tersungkur dan meninggal dunia di depan rumah sebelum dilarikan ke Puskesmas Ilaga," ujar Ketua Ikatan Keluarga Toraja Kabupaten Puncak, Mulyanto kepada Tribun-Papua.com, Selasa (26/4/2022) di rumah duka.
Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan pelaku merupakan KKB Papua pimpinan Numbuk Telenggen.
Sedangkan motif penembakannya, diduga kuat adalah serangan balasan dari tewasnya dua tokoh KKB pada Sabtu (23/4/2022) lalu.
"Kalau lihat posisi kejadian, dekat dengan bandara yang merupakan lokasi kontak senjata dan dua tokoh KKB tewas. Ini bisa menjadi catatan bahwa mereka berusaha membalas," tutur Faizal.
Seperti diketahui, sebelum penembakan ini, Satgas Damai Cartenz menembak mati Luki Murib, perwira tinggi OPM yang mengklaim berpangkat brigadir jenderal (Brigjen).
Luki Murib tewas diberondong peluru Satgas Damai Cartenz di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, bersama rekannya, Badaki Kogoya.
Luki Murip diduga sebagai penembak jitu yang menewaskan Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha pada 25 April 2021 silam.
Pentolan KKB Papua tersebut merupakan Panglima Lapangan Kodap III Kampung Ondugura.
2. Bakar Rumah dan tembak aparat
Sebelumnya KKB Papua membakar belasan rumah warga, serta terlibat kontak tembak dengan aparat keamanan di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Puncak Papua.
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan aksi tersebut dilakukan pada Selasa (5/4/2022) dan Rabu (6/4/2022).
Menurut penjelasan Irjen Mathius D Fakhiri, aksi tersebut dilakukan KKB lantaran tak terima seorang anggota mereka, Ali Teu Kogoya tewas ditembak Polisi.
"Ada 16 rumah yang terbakar semua, jumlah kerugian materil belum dihitung," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri di lansir dari Kompas.com, Kamis (7/4/2022) malam.
Ketika aksi pembakaran dilakukan KKB, aparat terlambat memadamkan api.
Hal ini dikarenakan mereka diserang KKB ketika menuju ke lokasi kebakaran.
"Jadi saat personel mau ke lokasi mereka diadang KKB dan akhirnya kontak senjata selama dua jam. Jadi untuk rumah-rumah yang terbakar terlambat penanganan," kata Fakhiri.
Tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka dari sisi aparat keamanan dan masyarakat sipil.
Sedangkan bagi warga yang rumahnya terbakar, untuk sementara mereka mengungsi di Polres Puncak dan bangunan milik Pemkab Puncak.
Kapolda meyakini hal itu dilakukan sebagai bentuk balasan dari tewasnya Ali Teu Kogoya beberapa hari sebelumnya di Ilaga.
"Biasanya kalau ada kelompok mereka yang kena tembak atau ditangkap petugas, selalu ada balasan, kita sudah ingatkan ke personel untuk siaga dan saya minta untuk tidak mudah terpancing karena pasti ada aksi balasan," terang Fakiri.
Diketahui, Ali Teu Kogoya tewas ditembak personal Satgas Damai Cartenz pada Minggu (3/4/2022).
Ali Kogoya yang saat kejadian membawa sebuah pistol, diketahui merupakan anggota KKB pimpinan Numbuk Telenggen yang biasa beraksi di sekitar Distrik Ilaga.
Beberapa hari berselang dari kematian Ali Teu Kogoya, KKB membakar rumah-rumah warga dan terlibat kontak senjata dengan aparat.
Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey mengatakan penembakan yang menewaskan warga sipil merupakan aksi balasan KKB Papua saat mendapat tekanan dari aparat keamanan.
"Mereka (KKB) akan cari sasaran kalau bukan anggota maka warga sipil dan sedikit menyasar non-Papua," ujar Frits Ramandey kepada Tribun-Papua.com, di Bandara Mozes Kilangin Timika, Selasa (26/4/2022).
Seperti dilansir dari Tribun Papua dalam artikel 'Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Puncak Papua, Komnas HAM Prihatin'.
Menurut Frits, aksi balasan KKB Papua, menyusul tewasnya dua anggota kelompok tersebut di tangan Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz.
Karena jika mereka tak membalasnya maka akan ada sanksi dari pimpinan mereka.
"Kelompok ini memang punya problem, di mana kalau anggota mereka dibunuh, baru tidak dibalas, maka akan terkena sanksi."
Baca juga: SNIPER KKB Papua yang Tewas Ditembak Satgas Damai Cartenz Berpangkat Brigjen, Ini Sosok Luki Murib!
"Jadi kemungkinan pola ini digunakan KKB. Ini adalah pola dan hubungan adat," ucapnya.
Meski begitu, teror dan kekerasan KKB yang terus-menerus tak akan mendapat simpati dari publik.
"Kami Komnas HAM menekankan, kalau mau Papua damai harus ada keterlibatan semua pihak, termasuk aparat. Mestinya secara organisasi, pelaku harus ditegur pimpinannya," kata Frits.
Dia menambahkan, tujuan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tak akan tercapai apabila tak bisa mengendalikan sayap militernya.
"Kami sudah bertemu dengan pimpinan KKB di Ilaga dan bicara sama mereka, jangan ada kekerasan.
Jadi sekali lagi, Komnas HAM prihatin atas insiden mengakibatkan warga sipil tak berdaya menjadi sasaran," pungkasnya.
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id