PEMBUNUH Sertu Eka, Prajurit Asal Sidoarjo dan Istri Ternyata Anggota KKB Papua, Ini Derita Anaknya

Akhirnya terungkap terduga pembunuh Babinsa Koramil 1702-/Kurulu Almarhum Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Putri di Kabupaten Yal

Editor: Musahadah
kolase kompas.com/istimewa
Jenazah Sertu Eka Andrianto dan Bidan Sri, pahlawan Kemanusiaan yang tewas dibantah di Papua. Ternyata keduanya warga Sidoarjo, Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID - Akhirnya terungkap terduga pembunuh Babinsa Koramil 1702-/Kurulu Almarhum Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Putri di Kabupaten Yalimo, Papua beberapa waktu lalu. 

Terduga pembunuh adalah  gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST) alias kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang merupakan buronan (DPO) Polri atas nama WT. 

WT ditangkap di Kampung Dugume Distrik Dugume Kabupate Lanny Jaya pada Sabtu (30/4/2022) pagi pukul 07.40 WIT.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman mengatakan WT ditangkap tim Gabungan TNI-Polri berkat kerja keras pengejaran yang dilakukan Polisi didukung oleh TNI.

"Proses penangkapan OTK ini yang merupakan Gerombolan KST, saat akan ditangkap di kampung Dugume pada Pukul 07.40 WIT, KST atas nama WT tiba-tiba melarikan diri menuju ke arah jurang. Sehingga aparat keamanan dari Tim Gabungan memberikan tembakan peringatan, karena tidak diindahkan maka ditembak untuk dilumpuhkan," kata Herman dalam keterangan resminya pada Sabtu (30/4/2022).

Baca juga: UPDATE KKB PAPUA Makin Brutal Tembaki 2 Prajurit TNI Kirim Logistik, Aksi Balas Dendam Kian Beringas

Herman mengatakan saat ini WT tengah berada di RS Wamena.

"Saat ini OTK atas nama WT yang juga merupakan gerombolan KST berada di RS Wamena," kata Herman.

Kasus pembunuhan tersebut pun turut menyita perhatian pimpinan TNI Angkatan Darat.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di kediaman korban yang berada di Jalan Trans Elelim.

Keduanya dibunuh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis pukul 06.15 WIT di kios milik almarhum.

Di tubuh Sertu Eka terdapat luka tembak, sedangkan Sri Lestari mengalami luka bacok.

Wakil Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letnal Kolonel (Letkol) Inf Candra Kurniawan melalui keterangan tertulis menyebut, aksi yang dilakukan para pelaku cukup sadis karena tidak hanya membunuh pasangan tersebut, pelaku juga melukai anak dari kedua korban yang masih balita.

“Anak balita yang merupakan anak dari kedua almarhum juga menjadi korban jari tangannya dipotong," kata dia.

Sertu Eka merupakan Babinsa Komando Rayon Militer (Koramil) 17/2-07/Kurulu, sedangkan istrinya bertugas di Puskesmas Elelim.

Sertu Eka dan istri, Sri dikenal sebagai pribadi yang baik dan kerap menolong sesama di tempat tugasnya.

"Korban yang merupakan Nakes dan PNS Puskesmas Elim Yalimo sering membantu masyarakat, khususnya dalam persalinan Ibu-ibu. Terlebih lagi saat terjadi pengungsian di wilayah Yalimo," kata Candra dalam rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis (31/3/2022) siang.

"Almarhum terjun langsung membantu para pengungsi," sambungnya. 

Dia menambahkan, sosok Sertu Eka, yang merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1702-07/Kurulu, juga dikenal sering menolong warga.

"Demikian pula suaminya Almarhum Sertu Eka Andrianyanto Hasugian yang merupakan Babinsa, selalu membantu masyarakat sekitarnya," jelasnya.

Usai disemayamkan di Aula Yonif 751/VJS di Sentani, jenazah pasutri tersebut diterbangkan menuju Surabaya, Jawa Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Jenazah diterbangkan dari Bandara Sentani, Jayapura, Papua, pukul 14.47 WIT, Jumat (1/4/2022).

Jenazah Sertu Eka lalu dimakamkan di tanah kelahirannya, Dusun Sawo, Desa Dungus, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. 

Derita Anak Korban yang Yatim Piatu

Dua anak Prajurit TNI yang gugur di Papua Sertu Eka Andriyanto Hasugian yang kini menjadi yatim piatu dalam sekejab.
Dua anak Prajurit TNI yang gugur di Papua Sertu Eka Andriyanto Hasugian yang kini menjadi yatim piatu dalam sekejab. (istimewa)

Inilah derita Elvaro, anak Sertu Eka Andrianto Hasugian dan bidan Sri Lestari Indah Putri, prajurit TNI dan  istri yang tewas dibunuh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Yalimo, Papua. 

Tak hanya menjadi yatim piatu dalam sekejab, anak bungsu Sertu Eka  juga harus menjalani operasi setelah keduanya jarinya dipotong OTK saat kedua orangtuanya dibantai. 

Elvaro bahkan harus dirawat khusus karena terinfeksi Covid-19 setelah menjalani operasi debridement usai jari-jarinya putus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Dr. Soetomo Surabaya Joni Wahyuadi menjelaskan, operasi debridement berhasil dilakukan pada balita ini.

Baca juga: Air Mata Jendral Dudung Menetes Takziah Keluarga Sertu Eka. Instruksinya Cari Pelaku Sampai Dapat

"Debridement adalah operasi pemeriksaan luka, pengangkatan jaringan-jaringan yang mati. Kami juga melakukan penanaman kulit pada jari yang terputus," kata Joni, Selasa (5/4/2022), seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, balita berinisial EPF dalam kondisi yang cukup baik.

"Kalau melihat kondisinya cukup baik. Belum bisa diprediksi berapa lama (pulihnya) tapi kami akan evaluasi hari ketujuh dan ke-14," tutur dia.

Joni menjelaskan, Elvano juga ditempatkan di ruang isolasi khusus RSUD dr. Soetomo Surabaya karena terinfeksi Covid-19.

"Mudah-mudahan jika Covid-19 sudah baik, kami bisa pindahkan," kata dia.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang sempat menjenguk EPF berharap agar putra Sertu Eka itu segera pulih.

"Kondisinya baik, jadi masih Covid-19 tapi CT-nya sudah bagus. Kondisi sudah membaik, mudah-mudahan beberapa hari ini sudah kembali," ujar dia.

Sebelumnya, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, bersama Ketua Umum Persatuan Istri Tentara (Persit), Kartika Candra Kirana (KCK) Ny Rahma Dudung Abdurachman, ziarah ke Makam Sertu Eka Andriyanto Hasugian, Senin (4/4/2022).

Bertempat di Dusun Sawo, Desa Dungus, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Senin (4/4/2022), Mantan Pangkostrad tersebut didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Forkopimda Sidoarjo dan para Pejabat Mabes TNI AD.

Jenderal TNI Dudung, nampak meneteskan air mata, saat melihat langsung salah satu anak Sertu Eka Andriyanto Hasugian, di rumah duka.

Berkali kali Jenderal TNI Dudung mencium pipi salah satu anak Sertu Eka.

Bahkan, di depan awak media, Jenderal TNI Dudung menggendong bocah laki laki yang masih berusia belia itu.

"Malam ini saya ke rumah duka, dan saya tadi sudah melihat makamnya.

Saya ketemu anak yang paling besar.

Lalu ada anaknya yang paling kecil sedang operasi tangan, karena terkena sabetan senjata tajam," ujarnya.

Dirinya sudah menginstruksikan kepada Pangdam Cenderawasih, agar segera mencari pelakunya sampai ketemu.

"Kami lihat anak anaknya sudah Yatim Piatu, dan saya berjanji anak anaknya diurus dan dikasih beasiswa sampai mereka mendapat pekerjaan, biaya sekolah ditanggung TNI AD," ungkap Dudung.

"Nantinya, adik laki laki Sertu Eka yang masih kelas 3 SMA akan saya masukkan ke Taruna," imbuhnya.

Jenderal TNI Dudung berharap, semoga arwah korban mendapat tempat disisi Tuhan Yang Maha Esa.

Baik anak maupun keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan ketabahan.

"Seluruh jajaran TNI AD akan mendoakan almarhum dan almarhumah serta keluarga korban," tandasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapendam XVII Cenderawasih Sebut Pelaku Pembunuhan Sertu Eka dan Istri Telah Ditangkap,

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapendam XVII Cenderawasih Sebut Pelaku Pembunuhan Sertu Eka dan Istri Telah Ditangkap

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved