Berita Lumajang

Cegah Banjir Terjadi Lagi, DPUAIR Provinsi Jatim Normalisasi Sungai di Lumajang

Proses normalisasi sungai di Kabupaten Lumajang setidaknya membutuhkan waktu hingga dua bulan ke depan.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Lumpur Sungai Menjangan di Desa Kutorenon/Kecamatan Sukodono dikeruk alat berat ekskavator, Jumat (22/4/2022). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Aliran sungai di Desa Kutorenon/Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, mulai dilakukan normalisasi, Jumat (24/4/2022).

Pengerukan itu dilakukan, sebab selama dua kali musim hujan, sungai tersebut menjadi pemicu banjir. Tak tanggung-tanggung dampak luapan airnya bisa menenggelamkan ratusan rumah.

Pengawas proyek normalisasi sungai Dinas Pekerjaan dan Sumber Daya Air (DPUAIR) Provinsi Jawa Timur, Wiji mengatakan, proses normalisasi sungai ini setidaknya membutuhkan waktu hingga dua bulan ke depan. Sebab normalisasi sungai setidaknya hingga sejauh 2 kilometer. Titiknya yakni dari Sungai Menjangan hingga titik pertemuan air Sungai Bondoyudo.

"Kami juga akan lebarkan sungai ini. Karena selain sudah dangkal, juga mulai sempit," kata Wiji.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar mengapresiasi intervensi provinsi dalam menghadapi ancaman bencana.

Menurutnya, dampak belasan tahun Sungai Menjangan tidak dilakukan normalisasi membuat lebar sungai menyempit.

"Dulu lebar Sungai Menjangan 15 meter, sekarang tinggal 7 meter. Sekarang sudah dilakukan normalisasi oleh provinsi karena memang kewenangannya di provinsi, kami sudah berupaya untuk diprioritaskan dan sekarang sudah direalisasi, saya minta warga untuk jangan lagi buang sampah di sungai," pesannya.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved