Mahasiswa Kedokteran UB Dibunuh

TERUNGKAP MASA LALU Pembunuh Mahasiswa Kedokteran UB Malang, Pernah Jadi Juragan HP di Malang Plaza

Terungkap masa lalu pembunuh mahasiswa kedokteran UB (Universitas Brawijaya) di Kota Malang, ternyata pernah menjadi juragan ponsel di Malang Plaza.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Iksan Fauzi
Kolase SURYA.co.id/Kukuh Kurniawan/Luhur Pambudi
Rumah orang tua pelaku. Foto kanan : pembunuh mahasiswa kedokteran UB, Ziath Ibrahim Bal Biyd. Terungkap masa lalu pembunuh mahasiswa kedokteran UB di Kota Malang, ternyata pernah menjadi juragan HP di Malang Plaza. 

SURYA.co.id | MALANG - Terungkap masa lalu pembunuh mahasiswa kedokteran UB (Universitas Brawijaya) di Kota Malang, ternyata pernah menjadi juragan handphone (HP) di Malang Plaza.

Pembunuh bernama Ziath Ibrahim Bal Biyd (38) itu tega menghilangkan nyawa pacar anak tirinya, Bagus Prasetya Lazuardi dengan cara keji. 

Menurut kesaksian tetangga, Gianto, Ziath dulunya merupakan pedagang HP lalu memiliki usaha kerajinan berbahan kulit.

Belakangan, menurut Gianto, tersangka pembunuhan berencana tersebut diketahui sebagai ojek online (ojol).

Namun, Gianto tidak mengenal lebih dalam sosok Ziath. Pasalnya, Ziath dikenal tidak banyak berkumpul dengan para tetangga.

"Setahu saya, dia (Ziath Ibrahim Bal Biyd alias ZI) kerja jadi ojek online. Dan seingat saya, dulu juga pernah jualan ponsel di Malang Plaza dan menmbuka usaha kerajinan kulit," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (19/4/2022).

Pembunuh mahasiswa kedokteran UB, Ziath Ibrahim Bal Biyd (38) saat dikeler anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Gedung Humas Mapolda Jatim.
Pembunuh mahasiswa kedokteran UB, Ziath Ibrahim Bal Biyd (38) saat dikeler anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Gedung Humas Mapolda Jatim. (SURYA.co.id/Luhur Pambudi)

Menurut Gianto, dirinya tidak akrab dengan pelaku. Ziath juga tidak akrab dengan para tetangga sekitar rumah orang tuanya di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

"Enggak pernah akrab sama tetangga. Jadi, saya enggak pernah tanya-tanya yang lain, paling hanya sekedar menyapa saja saat dia keluar rumah. Dan yang saya tahu juga, dia sudah tinggal di rumah itu sejak kecil," ujarnya.

Pekerjaan Ziath sebagai ojek online dibenarkan pula oleh pihak Polda Jatim yang menangkapnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kanit III Subdit III Jatantas Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Trie Sis Biantoro.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved