Grahadi

Berita Kota Surabaya

Serukan 5 Stop di Hari Kartini, Gubernur Khofifah Berkonvoi Motor Listrik Bersama 100 Ojol Perempuan

Khofifah mengajak 100 anggota komunitas Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online (Gaspol) untuk konvoi

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Deddy Humana
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkonvoi sepeda motor listrik bersama para driver ojol perempuan sembari mengkampanyekan gerakan 5 Stop di Hari Kartini, Kamis (21/4/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Iringn-iringan sepeda motor yang memenuhi jalanan Kota Surabaya, Kamis (21/4/2022) siang, bukannya anggota geng motor.

Karena itu adalah konvoi motor listrik yang diikuti sekitar 100 driver ojek online (ojol) perempuan, dan yang memimpin pun bukan perempuan sembarangan : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Ternyata itu memang cara yang dipilih Gubernur Khofifah untuk merayakan Hari Kartini tahun ini. Khofifah mengajak 100 anggota komunitas Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online (Gaspol) untuk konvoi mengendarai sepeda motor listrik sembari mengampanyekan gerakan 5 Stop.

Gerakan 5 Stop yang dikampanyekan terdiri dari Stop Stunting, Stop Tanpa Administrasi Kependudukan, Stop Kekerasan Perempuan Anak dan Bullying, Stop Pekerja Anak dan Stop Perkawinan Anak.

Konvoi itu dilakukan Khofifah dengan menempuh rute dari Gedung Negara Grahadi Surabaya menuju ke Gedung Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) di Jalan Raya Tenggilis Surabaya.

"Pada peringatan Hari Kartini kali ini, saya mengajak pengemudi ojol perempuan untuk bersama-sama mengampanyekan gerakan 5S atau lima stop. Stop Stunting, stop tanpa dokumen kependudukan, stop kekerasan perempuan, anak dan bullying, stop pekerja anak dan stop perkawinan anak," ujar Khofifah.

Kampanye 5 Stop ini, menurut Khofifah, adalah bentuk upaya perlindungan kepada wanita dan anak. Terlebih gerakan yang juga dipromotori Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Jatim ini terasa pas karena dilakukan bertepatan Hari Kartini.

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa 90 persen pengemudi ojek online wanita adalah single parent atau orangtua tunggal. Mereka dituntut bekerja sampai larut malam tanpa mengetahui sistem perlindungan apa yang mereka dapatkan selama bekerja. Sehingga support bagi mereka akan sangat berarti.

"Kita doakan mereka tetap semangat sehat dan bisa melakukan aktivitasnya secara terlindungi," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengatakan ia telah berupaya berkoordinasi dengan Wali Kota Surabaya supaya ojol perempuan mendapatkan perhatian, dan masuk dalam bagian dari pengembangan KUKM di Surabaya.

"Saya juga sudah menitipkan ke Wali Kota Surabaya supaya mereka bisa diintegrasikan dalam program pengembangan KUMKM di kecamatan di Surabaya," imbuhnya.

Sebelum berangkat konvoi, terlebih dahulu dilakukan penyerahan bantuan zakat produktif dan sembako kepada 60 pengemudi ojol wanita. Dilanjutkan dengan penyerahan sembako dan tali asih kepada 97 penerima di Gedung Negara Grahadi. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved