Grahadi

Pemprov Jatim

Potensinya Rp 487 Miliar Setahun, Gubernur Khofifah Ajak ASN se-Jatim Zakat Lewat Baznas

Gubernur Khofifah mengajak seluruh jajaran ASN se-Jatim untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas Jatim. 

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Pejabat di lingkungan Pemprov Jatim secara kompak menyalurkan zakatnya melalui Baznas Jatim. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh jajaran ASN dan pegawai pemerintah se-Jatim untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas Jatim

Hal ini karena potensi zakat se Jatim kurang lebih mencapai Rp 487 miliar dalam kurun waktu setahun. Zakat ini terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang jumlahnya 458.197 orang dan juga perusahaan daerah serta BUMD.

Namun, sayangnya zakat, infak dan sedekah yang berhasil dikumpulkan Baznas provinsi maupun Baznas kabupaten/kota di Jatim pada tahun 2021 mencapai Rp 122 miliar, atau baru 25 persen. 

“Seperti dalam Surat Al Baqarah ayat 43, bahwa antara kewajiban salat dan kewajiban menunaikan zakat ini saling berseiring. Juga iman dan amal saleh. Oleh karena itu sekarang kita berkumpul di sini adalah dalam rangka menyampaikan kewajiban kita menunaikan zakat,” kata Gubernur Khofifah, Sabtu (16/4/2022). 

Ia meminta ASN yang beragama Islam baik di lingkungan Pemprov Jatim maupun pemerintah kabupaten/kota untuk bisa segera menunaikan zakat. Yakni melalui badan  amil zakat atau lembaga penyalur zakat yang resmi, salah satunya Baznas. 

“Hal ini agar penyaluran zakat benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta bisa ditasarufkan atau disalurkan bagi masyarakat sesuai dengan delapan golongan penerima zakat,” terangnya.

Seiring dengan ajakannya, Gubernur Khofifah sendiri dan jajaran Pejabat di lingkungan Pemprov Jatim juga secara kompak menyalurkan zakatnya melalui Baznas Jatim

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, saat ini Baznas baik pusat maupun Jatim sedang mengembangkan zakat produktif.

Zakat produktif ini juga telah disalurkan kepada para pelaku usaha mikro dan  ultra mikro di berbagai kabupaten/kota di Jatim.

“Selain zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro, juga ada training terutama bagi para pelaku usaha yang baru. Sehingga kalau ada UMKM naik kelas, maka SDM-nya juga harus disiapkan melalui berbagai pelatihan. Kami harap zakat produktif bisa meneteskan kesejahteraan bagi sesama pelaku usaha mikro dan ultra mikro,” katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved