Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Bawa Sukses Program OPOP untuk Dikembangkan di Kalsel, Perkuat Misi Dagang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berupaya untuk menguatkan perdagangan antar daerah.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membawa puluhan para pelaku usaha Jatim dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jatim dengan Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berupaya untuk menguatkan perdagangan antar daerah.

Selain lewat program Misi Dagang dan Investasi yang rutin dilakukan ke berbagai provinsi, Gubernur Khofifah juga membawa sukses program One Pesantren One Product (OPOP) untuk dikembangkan di provinsi lain.

Yang terbaru, OPOP dibawa Khofifah untuk dikembangkan di Provinsi Kalimantan Selatan. Hal itu ia sampaikan sepulang kegiatan Misi Dagang dengan Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (14/4/2022).

Dengan pengembangan OPOP di Kalsel, Khofifah berharap akan mendongkrak ekonomi UMKM berbasis pesantren yang telah sukses dikembangkan di Jatim selama tiga tahun belakangan.

"Ada hal baru terkait KUMKM. Ada program spesifik terkait OPOP yang rencananya akan diluncurkan bulan Agustus mendatang untuk Kalsel," ujar Gubernur Khofifah.

Khofifah menjelaskan, bahwa OPOP di Jatim telah berkembang dengan baik. Bahkan telah memiliki Training Center of OPOP yang menargetkan satu juta wirausaha santri dan 1.000 produk pada 2024 mendatang.

Oleh sebab itu, Khofifah berharap agar apa yang sudah dikembangkan di Jawa Timur bisa dikembangkan di Kalimantan Selatan.

"Kami membangun kemitraan dengan Dinas KUKM dan Disperindag di sini untuk mengembangkan OPOP. Harapannya adalah mereka nantinya bisa berseiring dengan ekosistem ekonomi digital yang telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda," jelas Khofifah.

Selain itu, Khofifah menjelaskan, bahwa misi dagang yang dilakukan Jatim di Kalsel terbilang sukses. Bahkan mencatatkan transaksi sampai Rp 147,3 miliar hanya dalam hitungan jam.

Sebanyak 72 pelaku usaha asal Jatim yang dibawa ke Banjarmasin untuk bertemu dengan 100 pelaku usaha dari Kalsel, ternyata sukses menemui banyak kesepakatan dan kontrak-kontrak perdagangan.

Kedekatan wilayah dan kerja sama yang terjalin lama disebutnya sebagai faktor perekat hubungan Jatim dan Kalsel. Bahkan, Jatim tercatat sebagai tiga besar dalam penjualan dan pembelian komoditas di Kalsel.

Berdasarkan data BPS pada tahun 2021, penjualan ke Jatim mencapai Rp 6,4 T, sedangkan pembelian dari Jatim mencapai Rp 5,2 T.

"Alhamdulilah, sekitar sampai pukul 18.30 WITA, transaksi yang dibuka pukul 11.00 tercatat telah mencapai Rp 147,3 miliar. Transaksi ini masih akan terus berjalan sampai nanti ditutup malam ini," imbuhnya.

Merespons hasil menggembirakan tersebut, Khofifah menyatakan, bahwa ini menjadi kesempatan yang bagus untuk bisa mengembangkan potensi dan kekuatan kedua provinsi baik di sektor perdagangan, investasi maupun sinergi antara OPD.

Seperti sektor Koperasi dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (K-UMKM), utamanya melalui program OPOP. Maka dalam kesempatan itu dilakukan MoU antara Kadis KUMKM Jatim dengan Kadis KUMKM Kalsel yang diharapkan bisa menjadi referensi pengembangan ekonomi pesantren kedua provinsi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved