Travel

Awal Bulan Ramadan, Kunjungan Wisata di Kabupaten Malang Menurun

Kunjungan wisata di Kabupaten Malang pada awal Ramadan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/erwin wicaksono
Kunjungan wisata di Kabupaten Malang pada awal Ramadan belum menunjukkan peningkatan signifikan. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Kunjungan wisata di Kabupaten Malang pada awal Ramadan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan, kunjungan wisata pada awal April 2022 ini tak lebih dari 50 ribu kunjungan wisata.

Hal tersebut kontras berbeda bila dibandingkan dengan kunjungan wisata pada bulan Januari 2022 lalu yang mencapai 273.725 wisatawan.

Atau bulan Februari yang masih bisa menembus 190 ribu kunjungan.

Menanggapi hal tersebut, Made menyikapi dengan santai karena penurunan kunjungan wisata dipengaruhi faktor penyesuaian masyarakat terhadap bulan Ramadan. Sehingga mempengaruhi niat mengunjungi tempat wisata alam.

Baca juga: Jelang Liga 2 Musim Depan, Gresik United Berburu Eks Pemain Liga 1

"Saat ini penurunan kunjungan wisata karena masih awal Ramadan. Sehingga secara umum kami belum bisa menilai. Mungkin nanti pertengahan, atau sekitar minggu kedua bulan puasa baru pasti kita akan mulai bergerak untuk memantau terkait lonjakan kunjungan wisata," terang Made ketika dikonfirmasi.

Made mengatakan wisata religi di Kabupaten Malang juga memiliki potensi untuk menggaet kunjungan wisata.

Di sisi lain, Made memprediksi jika peningkatan kunjungan wisata alam di Kabupaten Malang akan terjadi pada pertengahan atau saat libut bulan Ramadan alias akhir April.

Pria asal Bali ini mengaku telah menginstruksikan seluruh pengelola wisata bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisata.

Baca juga: Ini Syarat Rumah Makan dan Warung di Kabupaten Malang Bisa Buka Saat Bulan Ramadan

Made berujar jika penurunan angka Covid-19 juga akan mempengaruhi minat masyarakat dalam mengunjungi tempat wisata.

"Tetap seperti biasa penegakan protokol kesehatan di tempat wisata harus selalu diterapkan," sebutnya.

BACA BERITA TRAVELING LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved