Kamis, 30 April 2026

Ramadan 2022

2 Surat Pendek Sholat Witir 3 Rakaat Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Apa bacaan surat pendek yang biasa dibaca saat sholat witir? Simak penjelasan sesuai hadist. 

Tayang:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Iksan Fauzi
Ilustrasi
ILUSTRASI 

SURYA.CO.ID - Apa bacaan surat pendek yang dianjurkan dibaca saat sholat witir? Simak penjelasan ulama berdasarkan ajaran Rasulullah SAW

Diketahui, Sholat Witir merupakan salat sunnah dua rakaat satu salam dan terakhir satu rakaat satu salam, yang dilakukan pada malam hari.

Tepatnya waktu isya dan sebelum waktu shalat subuh, dengan rakaat ganjil.

Sholat Witir juga biasanya dilakukan setelah sholat tarawih, sholat tahajud sebagai penutup.

Mengutip buku berjudul "30 Fatwah Seputar Ramadhan" karya Syekh Athiyya Shaqar, Syekh DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Syekh DR. Ali Jum'ah yang diterjemahkan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS), sebagai berikut:

"Pada shalat Witir, Rasulullah SAW membaca surat al-A’la pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas pada rakaat ketiga.

Imam Nawawi berkata:
“Semua yang kami sebutkan ini berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan selainnya adalah hadits-hadits masyhur”.

Surat Al A'la (rakaat pertama)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

1. سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

sabbiḥisma rabbikal-a'lā

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,

2. الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ

allażī khalaqa fa sawwā

Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya).

3. وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ

wallażī qaddara fa hadā

Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

4. وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ

wallażī akhrajal-mar'ādan

Yang menumbuhkan rerumputan,

5. فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ

fa ja'alahụ guṡā`an aḥwā

lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.

6. سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ

sanuqri`uka fa lā tansā

Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,

7. اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ

illā mā syā`allāh, innahụ ya'lamul-jahra wa mā yakhfā

kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

8. وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ

wa nuyassiruka lil-yusrā

Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat),

9. فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ

fa żakkir in nafa'atiż-żikrā

oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,

10. سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ

sayażżakkaru may yakhsyā

orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

11. وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ

wa yatajannabuhal-asyqā

dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,

12. الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ

allażī yaṣlan-nāral-kubrā

(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),

13. ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ

ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā

selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.

14. قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ

qad aflaḥa man tazakkā

Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),

15. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ

wa żakarasma rabbihī fa ṣallā

dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.

16. بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ

bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā

Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,

17. وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

wal-ākhiratu khairuw wa abqā

padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

18.  اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ

inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā

Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

19.  صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى

ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā

(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Surat Al Kafirun (rakaat kedua)

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ .1

qul yā ayyuhal-kāfirụn

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ .2

lā a’budu mā ta’budụn

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ .3

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ .4

wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ .5

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ .6

lakum dīnukum wa liya dīn

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Simak tulisab lainnya seputar sholat witir

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved