Berita Pasuruan

Program Jaksa Masuk Sekolah Inovasi Kejari Bangil Pasuruan, Ini Tujuannya

Kegiatan itu diikuti puluhan pelajar. Rombongan jaksa, dipimpin Kasi Intel beserta jaksa fungsional dan guru sekolah.

surya.co.id/galih lintartika
Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra saat memberikan sosialisasi. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil Pasuruan terus berinovasi untuk memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat di Kabupaten Pasuruan.

Kali ini, sasarannya adalah pelajar.

Korps Adhyaksa ingin generasi penerus bangsa ini mengenal dan mengetahui hukum sejak dini.

Program yang sedang digagas adalah Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Ini adalah cara jaksa memberikan penyuluhan hukum.

Kegiatan ini digelar secara roadshow ke beberapa sekolah SMK atau SMA di Pasuruan.

Salah satunya, penyuluhan hukum ke SMA Ngeri 1 Purwosari, Kamis (31/3/2022).

Kegiatan itu diikuti puluhan pelajar. Rombongan jaksa, dipimpin Kasi Intel beserta jaksa fungsional dan guru sekolah.

Baca juga: Antrean Panjang Kendaraan di Kabupaten Gresik Jelang Kenaikan Pertamax Menjadi Rp 12.500/Liter

Materi yang disampaikan kali ini, bersikap bijak menggunakan kata di Media sosial (Medsos) dan hindari judi online.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra mengatakan, program jaksa masuk sekolah ini targetnya memberikan pencegahan dan pembelajaran terhadap siswa agar terhindar dari hukum.

Selain itu, Kejaksaan juga memperingatkan siswa dan siswi mulai remaja agar tidak terjerumus masalah hukum karena kurangnya wawasan hukum.

"Tentunya jangan sampai para pelajar melakukan perbuatan melangar hukum pidana. Karena selama ini para siswa dalam bermedia sosial kebanyakan tidak tau kata-kata mana yang salah dan benar," paparnya.

Baca juga: Di Kabupaten Bangkalan, Sandiaga Uno Borong Bebek Songkem pada Festival 1001 Menu Bebek

Harapannya, kata dia, remaja sekolah ini bisa mengenal hukum. Saat ini Kejaksaan telah memberikan penyuluahan hukum ke pelajar SMA dan SMK.

Kepala SMAN 1 Purwosari Fety Susila merasa senang dan mendukung salah satu program prioritas kejaksaan Pasuruan ini.

Ia menyebut, program ini membuat siswa paham hukum. Pertama anak-anak jadi tidak takut.

Kemudian arahan dari Kejaksaan bisa lebih hati-hati agar tidak melanggar hukum.

"Mudah-mudahan, penyuluhan hukum ini membuat siswa sadar dan tidak salah langkah. Karena jika pelajar tidak bijak menggunakan medsos, mereka akan kejebak dari sanksi hukum," pungkas dia.

BACA BERITA PASURUAN LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved