Berita Malang Raya

Cewek Pegawai Toko Mengaku Disekap, Laporkan Majikan ke Polres Malang

Pegawai toko tersebut dikunci di kamar selama 3 hari. Dalam satu hari hanya dikasih makan 1 kali. Kejadian tersebut terjadi pada akhir Februari 2022.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Erwin Wicaksono
GR (18) didampingi kuasa hukumnya melaporkan majikannya ke Satreskrim Polres Malang, Selasa (29/3/2022). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Tak terima dengan perlakuan majikan, GR (18) warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, melaporkan majikannya tersebut ke Satreskrim Polres Malang, Selasa (29/3/2022).

GR datang ke Polres Malang didampingi oleh kuasa hukumnya, Agus Subiyantoro.

Agus bercerita, polemik yang menerpa kliennya berawal dari GR didapuk sebagai kepala toko oleh majikannya.

Majikan meminta GR mampu merampungkan target penjualan toko sebesar Rp 40 juta per hari. Jika tak mencapai target, konsekuensinya gaji GR akan dipotong.

"Gaji korban di bawah UMK dengan jam kerja lebih dari 8 jam sehari dan tidak ada waktu istirahat," ujar Agus.

Agar gajinya tak terpotong, GR berusaha memenuhi target penjualan dengan cara memotong harga jual lebih murah dari harga ketentuan.

"Guna mencapai target, korban menjual sembako tersebut di bawah harga acuan. Tujuannya untuk mencapai target biar gajinya tidak dipotong. Namun majikan mengendus praktik tersebut dan menduga ada penggelapan. Korban dimintai pertanggung jawaban untuk mengganti. Dari situ lah kejadian penyekapan itu terjadi," jelas Agus.

Kata Agus, kliennya tersebut dikunci di kamar selama 3 hari. Dalam satu hari hanya dikasih makan 1 kali. Kejadian tersebut terjadi pada akhir Februari 2022.

"Jika mau ke kamar kecil harus gedor pintu agar bisa keluar. Setelah hari keempat kunci sudah dibuka. Namun tak boleh keluar rumah. Total 10 hari," sebutnya.

Selang beberapa lama, orang tua GR kemudian mendatangi majikan korban.

Orang tua GR lantas ditekan oleh terlapor agar mengganti kerugian dari apa yang dikerjakan GR. Namun, keluarga GR tidak mampu mengganti kerugian tersebut.

"Akhirnya terlapor didesak untuk membuat surat pernyataan. Jika tidak mampu membayar maka akan diproses secara hukum. Kalau dikembalikan, tidak diproses hukum," papar Agus.

Menurut Agus, jika toko grosir sembako tersebut merasa mengalami kerugian, harus disertai pembuktian.

"Pihak toko menganggap itu kerugian. Tapi kan harus dibuktiian melalui audit oleh kantor akuntan publik.

Di sisi lain, Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik menerangkan, polisi telah menerima laporan tersebut untuk selanjutnya ditangani.

"Kami dalami lebih lanjut apakah yang dialami korban sesuai dengan pelaporan. Masih didalami, kalau memang ada indikasi sesuai pengaduan, akan kami munculkan laporan Polisi. Namun demikian kami lakukan interogasi dulu dan tahapan-tahapan pemeriksaan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," jelas Taufik.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved