BACAAN DOA Qunut Dibaca saat Sholat Subuh Sendirian, Lengkap Tulisan Latin dan Terjemahan

Berikut ini bacaan doa qunut yang dibaca saat sholat subuh sendirian. Doa qunut merupakan doa yang dibaca pada rakaat ke-2 sholat subuh

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID
Doa Qunut 

SURYA.CO.ID - Berikut ini bacaan doa qunut yang dibaca saat sholat subuh sendirian.

Doa qunut merupakan doa yang dibaca pada rakaat ke-2 sholat subuh, setelah membaca bacaan i'tidal, sebelum sujud.

Bacaan doa qunut saat sholat subuh sendiri, berbeda dengan doa qunut saat sholat berjamaah.

Saat sholat subuh sendiri, maka membaca doa qunut dari awal sampai akhir.

Sedangkan saat sholat subuh berjamaah, makmum mengamini doa qunut yang dibaca imam.

Berikut selengkapnya:

اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

(Allaahumahdinii fiiman hadait, Wa aafinii fiiman aafait, Watawallani fiimangtawallait, Wabaariklii fiimaa a toit, Waqini birahmatika syaramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, Wainnahu layadzillu mawwalait, Walaya izuman aadait, Tabarak tarabannaa wata aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astag firuka wa atuubu ilaik, Washallalloohu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ala aalihi washahbihi wabaarik wasallam)

Artinya:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau Pastikan. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala Puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya”.

Hukum membaca doa qunut

Ustadz Abdul Somad dalam ceramanya menjelaskan hukum membaca doa qunut.

Awalnya Ustadz Abdul Somad membacakan pertanyaan dari salah satu jamaah.

"Ketika sholat subuh saya lupa baca qunut, baru setelah salam saya teringat, apa yang kudu daya lakukan pak ustadz?" kata Ustadz Abdul Somad membaca pertanyaan tersebut.

Ustadz Abdul Somad lantas memberikan jawaban menurut Madzhab Syafi'i.

"Sujud sahwi kalau engkau bermadzhab Syafi'i," ungkap UAS tegas.

Ustadz Abdul Somad mengilustrasikan, apabila lupa membaca doa qunut dan baru ingat saat sujud, maka dianjurkan tetap lanjutkan gerakan sholat, selanjutnya menambahkan sujud sahwi sebelum salam.

"Sujud dua kali membaca doa sujud syahwi, lalu salam. Begitu juga imam ketika lupa baca doa qunut, maka imam sujud sahwi, sementara makmum ikut," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip dari ceramah yang diunggah YouTube Islam Taat pada 6 Juni 2020.

Cara membaca doa qunut

Setelah selesai membaca doa qunut, dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud.

Tidak perlu mengusap wajah.

Hal ini dijelaskan oleh Imam an-Nawawi, dalam al-Adzkar, dikutip dari panduan 99 Tanya Jawab Sholat oleh Ustadz Abdul Somad:

اختلف أصحابنا في رفع اليد ن في دعاء ال نوت ومسح الوجو ما على ثلاثة أوجو : أصحّ ا أ و ستحبّ رفع ما ولا يَسح الوجو . والثاني : فع ويَسحو . والثالث : لا يَسحُ ولا فع . واتف وا على أ و لا يَسح اير الوجو من الصدر وتؿوه بل قالوا : ذلك مك وه

Ulama Mazhab Syafi’i berbeda pendapat tentang mengangkat tangan dan mengusap wajah dalam doa

Qunut, terbagi kepada tiga pendapat:

Pertama, yang paling shahih, dianjurkan mengangkat tangan tanpa mengusap wajah.

Kedua, mengangkat tangan dan mengusapkannya ke wajah.

Ketiga, tidak mengusap dan tidak mengangkat tangan.

Para ulama sepakat untuk tidak mengusap selain wajah, seperti dada dan lainnya. Bahkan mereka mengatakan perbuatan itu makruh.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved