Berita Surabaya

Surabaya PPKM Level 1, Cak Eri Optimis Ekonomi Kota Pahlawan Lari Kencang Lewat Ekonomi Kerakyatan

Cak Eri itu mengaku optimistis status level ini akan membuatmu ekonomi Surabaya kembali membaik.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahaya saat menunjukkan berbagai produk UMKM di Surabaya Kriya Gallery (SKG) beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut gembira status PPKM di Surabaya kembali level 1 mulai pekan ini. Pria yang akrab disapa Cak Eri itu mengaku optimistis status level ini akan membuatmu ekonomi Surabaya kembali membaik.

Cak Eri berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu penurunan kasus Covid-19 sehingga membuat level PPKM menurun.

"Alhamdulillah, Surabaya sudah level 1. Artinya, gotong royong kita sudah berjalan," kata Cak Eri, Kamis (24/3/2022).

Pertumbuhan ekonomi optimistis bergerak kembali. Terutama, dengan menggerakkan sektor UMKM.

"Terutama, menggerakkan ekonomi kerakyatan," kata Cak Eri yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Beroperasinya kembali pusat perbelanjaan, pasar, hingga sentra UMKM secara maksimal diharapkan bisa membawa dampak ke UMKM Kota Pahlawan. Terutama, dalam hal pemasaran.

Selama ini, Pemkot Surabaya mendukung dengan penggunaan produk UMKM di berbagai bidang. Ternyata, semangat ini selaras dengan regulasi dari pemerintah pusat.

"Terobosan kami yang kami lakukan sejak awal menjabat, yakni kewajiban penggunaan UMKM, ternyata mendapat penguatan dari pemerintah pusat," katanya.

Untuk diketahui, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas telah bersepakat. Sebanyak 40 persen alokasi belanja barang dan jasa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus berasal dari produk UMKM.

"Semangat ekonomi kerakyatan yang kami buat telah diperkuat aturan dari Pemerintah pusat. Sebanyak 40 persen harus dikerjakan oleh UMKM," jelas Cak Eri.

Bahkan, UMKM juga diperbolehkan untuk menetapkan harga 25 persen lebih tinggi dibanding harga pasar.

"Harus diambil kesempatan ini. Melalui apa? Pemerintah kota intervensi," ujarnya.

Untuk menangkap peluang ini, UMKM di Surabaya akan diperbanyak. pemkot akan memberikan berbagai pelatihan produksi.

Terutama, bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum memiliki penghasilan.

"MBR kami kumpulkan, kami siapkan menjadi enterpreneur dengan penghasilan jangka panjang," ungkap Cak Eri.

Untuk diketahui, Status PPKM di Kota Surabaya kembali berada di level 1. Dengan adanya kepastian ini, ada sejumlah kelonggaran.

Penurunan status ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 18 Tahun 2022 tentang PPKM. Status PPKM level 1 di Kota Surabaya terakhir dilakukan awal Februari lalu.

Dengan penurunan status tersebut, ada sejumlah kelonggaran. Di antaranya, peserta dalam 1 ruangan yang diperbolehkan kembali dalam 100 persen dari kapasitas. Baik untuk perkantoran, pasar, hotel, restauran hingga beribadah di tempat ibadah. Pusat perbelanjaan dan perdagangan bisa dibuka hingga pukul 22.00 WIB.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved