Berita Surabaya
Masuk PPKM Level 1, PTM SD-SMP di Surabaya Siap Digelar 100 Persen
Pemkot Surabaya bersiap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan diikuti 100 persen siswa untuk SD dan SMP di Kota Pahlawan.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Rudy Hartono
SURYA.co.id|SURABAYA - Pemkot Surabaya bersiap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan diikuti 100 persen siswa untuk SD dan SMP di Kota Pahlawan. Ini setalah status Surabaya masuk PPKM level 1.
Untuk persiapan teknis, Dinas Pendidikan Surabaya saat ini tengah berkoordinasi dengan jajaran terkait. "Pengumuman (status PPKM) kan baru (disampaikan) tadi malam (Senin, 21/3/2022). Kami sedang koordinasi terlebih dahulu dengan beberapa pihak lain," kata Kepada Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh kepada Surya.co.id, Selasa (22/3/2022).
Di antara yang akan dibahas adalah teknis PTM 100 persen. Sekalipun berlangsung total, pihaknya tetap menyiapkan opsi PTM 100 persen secara bergelombang.
Yakni tiap rombongan belajar (rombel) atau kelas, akan dibagi dalam dua sesi keberangkatan dalam satu hari. Sehingga, dalam satu sesi tetap hanya 100 persen.
"Ini yang masih akan kita bahas. Apakah harus 100 persen dengan sistem shift atau bisa bersama-sama? Ini kami kaji," kata Yusuf.
Sistem PTM 100 persen dengan shift atau gelombang tersebut sebelumnya pernah dilakukan pada awal tahun ini. Untuk jenjang SMP, sesi pertama pukul 6.30 - 09.30 WIB dan kedua jam 10.00 - 13.00 WIB. Sedangkan untuk jenjang SD, pukul 07.00-09.00 WIB untuk gelombang pertama dan 09.30-11.30 WIB untuk gelombang kedua.
Hal itu dilakukan, mengingat Dinas Pendidikan tetap mengupayakan adanya jarak 1 meter antar siswa.
"Sebab, kondisi (luas) ruang antar sekolah kan beda. Ada sekolah yang tidak memungkinkan untuk berjarak 1 meter antar siswa apabila siswa yang masuk 100 persen bersamaan," katanya.
"Namun, ada pula yang masih memungkinkan. Belum lagi, dengan macam kursi masing-masing sekolah yang juga berbeda. Misalnya, ada yang gandengan dan sebagiannya. Ini yang harus diperhatikan," katanya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Terutama, dalam hal prosedur protokol kesehatan untuk mengantisipasi klaster.
"Sebab, kasus Covid-19 ini memang turun (di Surabaya). Namun, kami juga akan kaji lebih dalam bagaimana pola antisipasi ke depan. Sebab, ini menyangkut kesehatan anak-anak," katanya.
Prinsipnya, pihaknya tetap akan mengutamakan kesehatan para siswa, guru, dan warga sekolah lainnya. "Kami tak ingin terburu-buru. Sebab, ini demi kenyamanan dan keamanan siswa dalam mendapatkan pendidikan," kata Yusuf.
Saat ini, PTM di SD dan SMP berlangsung dengan sistem 50 persen. Sehingga, masing-masing siswa datang ke sekolah tiap dua hari sekali.
Selain dengan PTM, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring juga masih diberlakukan. "Ini yang kami masih evaluasi. Sekalipun, tidak selama ini tidak ada temuan kluster, kami tetap hati-hati," katanya.
Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Surabaya juga akan ikut memantau persiapan PTM 100 persen. Wakil Sekretaris Satgas Pencegahan Covid-19, Ridwan Mubarun menyebut pihaknya tetap akan mendengar masukan ahli.
"Kami akan menggelar rapat dengan para ahli untuk meminta pendapat. Apakah bisa digelar 100 persen atau alternatif lainnya? Nanti akan kita rapatkan,” kata Ridwan yang juga Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Daerah) Kota Surabaya ini dikonfirmasi terpisah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/eri-cahyadi-sapa-siswa-sd-sub.jpg)