Berita Sepakbola

Muhammadiyah Jatim Senang Bisa Kerjasama dengan PSSI

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dan Muhammadiyah Jatim melakukan nota kesepahaman (MoU) di ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Surabaya

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.tribunnews.com/Febrianto Ramadani
Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dan Muhammadiyah Jatim melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Surabaya, Senin (21/3/2022). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dan Muhammadiyah Jatim melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Surabaya, Senin (21/3/2022).

Kerjasama ini terkait Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penyelenggaraan kursus kepelatihan lisensi D. Dalam acara tersebut, dihadiri sejumlah pengurus kampus dan klub Hizbul Wathan FC.

Wakil Ketua Pengurus Muhammadiyah Jawa Timur, Sukadiono mengaku senang dan bahagia.

Menurut dia, pihaknya berkomitmen memberikan kontribusi memajukan sepak bola di Tanah Air.

"Kami ingin SDM, terutama guru guru olahraga yang ada di seluruh Sekolah Muhammadiyah, yang punya potensi untuk memperoleh lisensi kepelatihan sesuai dengan level, potensi itu yang harus kami kembangkan," ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, selain itu, kolaborasi ini meliputi implementasi program kegiatan, hingga pengembangan sports science di bidang kepelatihan sepak bola.

"Saya kira tidak hanya bermanfaat di Sekolah Muhammadiyah, tapi juga bisa dikembangkan di sekolah sekolah lain. Tentu kami punya Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah yang membawahi sekolah sekolah muhammadiyah untuk sinergi dengan PT HW Surya Perkasa memberdayakan potensi yang ada," sambungnya.

Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, berterima kasih karena ada kepedulian dari Muhammadiyah Jatim untuk membantu dan membina di bidang sepakbola.

"Karena ikut membantu, membina dan menyiapkan generasi sepak bola yang akan datang. Mendidik anak anak supaya bisa sedini mungkin bermain bola dengan baik dan benar," tuturnya.

Bagi dia, sosok pelatih berlisensi D sangat dibutuhkan sekali, setidaknya satu sekolah terdapat satu pelatih. Sehingga bisa mengarahkan kurikulum olahraga, bukan hanya bermain bola tapi sesuai dengan Law of The Game.

"Sera aturan membina menjadi pemain sepak bola yang bagus. Kuota semaksimal mungkin satu kelas bisa diisi 30. Untuk diketahui di Jatim pelatih Lisensi D ada 500 lebih," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved