Berita Malang Raya

Jabat Kepala BI Malang, Samsun Hadi Mulai Petakan Gejolak Harga untuk Tekan Inflasi

Pemetaan ini dilakukan, guna mengidentifikasi, gejolak harga, atau kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang ramadan ini.

surya.co.id/rifky edgar
Kepala KPW BI Malang, Samsun Hadi 

SURYA.CO.ID, MALANG - Gejolak harga kebutuhan pokok di Malang Raya dan Kota Malang pada khususnya, mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Samsun Hadi, Senin (21/3/2022).

Ditemui langsung, usai pengukuhannya sebagai Kepala KPW BI Malang, Samsun mengatakan, pihaknya kini sudah mulai melakukan pemetaan.

Pemetaan ini dilakukan, guna mengidentifikasi, gejolak harga, atau kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang ramadan ini.

"Minggu kemarin kami sudah duduk bersama untuk mengidentifikasi gejolak harga dengan tujuh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Jadi kami mulai memantau ketersediaan barang, keterjangkauan harga dan komunikasi yang terus kami lakukan," ucapnya.

Baca juga: Usai Beli Sabu Satu Gram, Pemuda Surabaya Ini Berurusan dengan Polisi, Penjualnya Buron

Dia mengatakan, bahwa saat ini yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia ialah menjaga stabilitas harga dan ekonomi kerakyatan.

Maka dari itu, Samsun kini terus memperhatikan, dampak yang terjadi dari lonjakan harga kebutuhan pokok ini.

Seperti harga minyak goreng yang kembali naik, usai minyak goreng bersubsidi dicabut

Hingga dampak yang diakibatkan perang Rusia dan Ukraina yang membuat pasokan gandum dan kedelai ke dalam negeri menjadi berkurang.

"Kami harus jeli dalam melihat kondisi global, kemudian di nasional dan provinsi di wilayah kerja kami. Itu yang harus kami perhatikan. Mudah-mudahan dengan mapping ini bisa kami minimalisasi," ungkapnya.

Baca juga: Ubah Penampilan, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Blitar Sempat Buron 2 Tahun

Kemudian penyebab lain dari potensi inflasi ini kata Samsun ialah musim hujan yang dapat mengganggu ketersediaan sayur mayur.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang memicu inflasi, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.

"Kalau hujan terus, stok cabai rawit, bawang merah, bawang putih, pasti akan terganggu. Intinya gap antara demand dan suplai harus terjaga. Kalau demand banyak, pasti ada gejolak harga dan inflasi," tandasnya. (Rifky Edgar)

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved