Berita Surabaya

Diungkap Dokter Siloam Hospitals Surabaya, Konsumsi Ini Biar Imun Tubuh Kuat Saat Masih Pandemi

Pandemi Covid-19 makin mereda. Sementara, vaksin juga makin menyeluruh. Namun demikian, daya tahan tubuh atau imunitas harus tetap dijaga

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Head Of Medical Checkup Siloam Hospitals Surabaya, dr Vania Wijaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pandemi Covid-19 makin mereda. Sementara, vaksin juga makin menyeluruh. Namun demikian, daya tahan tubuh atau imunitas harus tetap dijaga dan ditumbuhkan. Caranya dengan mengonsumsi vitamin. 

Head Of Medical Checkup Siloam Hospitals Surabaya, dr Vania Wijaya menyebutkan, bahwa sejumlah zat sangat dibutuhkan tubuh untuk penebal imun.

"Magnesium, Vitamin D dan Protein. Semua sangat berperan dalam terbentuknya immunity," kata dr Vania, Senin (21/3/2022).

Dokter yang kerap mengisi seminar kesehatan ini menguraikan, kekebalan tubuh adalah kemampuan organisme multisel melawan mikroorganisme berbahaya termasuk virus Sars-Cov2. 

Protein berperan dalam pembentukan hormon, enzim dan zat kekebalan tubuh (antibodi). Seperti leukosit, limfosit, imunoglobin dan lainnya. Yang perlu dipahami adalah asupan protein yang kurang dapat berisiko 1.64 kali lebih tinggi.

Dokter perempuan yang kerap mengisi bincang sehat ini mengingatkan akan pentingnya Vitamin D yang telah terbukti dalam menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Vitamin bisa dipertimbangkan sebagai opsi potensial untuk mengobati dan mencegah COVID-19.

"Mengingat perannya ini, ada baiknya masyarakat harus cek rutin kadar vitamin D. Dengan mengetahui kadar vitamin D dalam darah dan menghindari kemungkinan intoksikasi," imbuh Vania. 

Dengan range normal 30-50 ng/ml  dan dikatakan Toxic apabila lebih besar dari 100 ng/ml. Diartikan Vitamin D Toxicity akan ada penumpukan kalsium dalam darah (hypercalcemia). Gejala umumnya mual dan muntah, lemah dan letih lesu atau sering buang air kecil.

Vitamin D sendiri bisa didapatkan dengan cara berjemur atau paparan sinar matahari. Selain itu mengonsumsi asupan makanan yang kaya Vitamin D. Bisa juga supplemen vitamin D. 

Yang perlu diwaspadai adalah 'Titer Antibody Sars Cov-2'. Yakni terbentuk tidaknya antibodi terhadap Sars Cov2 dalam darah.

"Untuk itu konsultasikan ke dokter. Para pendonor plasma konvalesen hendaknya mengecek hal ini. Serta disarankan cek titer antibody 1 bulan setelah vaksin atau pasca dinyatakan sembuh dari covid," tandas Vania.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved