Berita Lamongan
Nilai Kebersamaan dari Sego Langgi, Kuliner Khas Lamongan Yang Tersaji di Malam Nisfu Sya'ban
Sego Langgi bukan makanan rakyat sehari-hari yang selalu ada dan dijual, meski menunya sederhana. Sego Langgi boleh disebut 'makanan mahal
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Peringatan malam Nisfu Sya'ban dalam Islam di Indonesia melahirkan pula tradisi yang melekat di masyarakat. Salah satunya penciptaan kuliner khas yang disebut Sego Langgi yang biasa dibuat warga Desa Sendang Duwur, Kecamatan Pacuran, Kabupaten Lamongan.
Sego Langgi bukan makanan rakyat sehari-hari yang selalu ada dan dijual, meski menunya sederhana. Sego Langgi boleh disebut 'makanan mahal', karena hanya bisa ditemui setahun sekali. Yaitu hanya saat malam 15 Nisfu Sya'ban, atau pertengahan bulan Sya'ban yang diyakini penuh kebaikan dan rahmat dari Allah SWT.
Ini adalah makanan khas bernuansa kebersamaan selain Sego Muduk ."Malam 15 Nisfu Sya'ban menjadi momentum yang selalu ditunggu oleh masyarakat Desa Sendang Duwur dan Desa Sendangagung. Karena pada bulan inilah sebuah tradisi dilaksanakan secara serentak oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Sendang," kata Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan, Miftah Alamuddin kepada SURYA, Sabtu (19/3/2022).
Di malam Nisfu Sya'ban, Sego Langgi menjadi kuliner yang melekat dengan tradisi masyarakat Sendang Duwur. Penerapan adat lokal yang menjadikan Islam sebagai ajaran adiluhung ini, merupakan bentuk sinkritisme yang sudah dihormati masyarakat, dan pada malam Nisfu Sya'ban itu Sego Langgi akan dimakan bersama-sama semua warga.
Makan sego langgi, menurut Alamuddin, merupakan makna dari tradisi penguatan sistem sosial masyarakat Sendang yang sudah ada sejak masa Sunan Sendang. Sunan Sendang konon memang menggemari makanan ini. "Dan sebelum bersama-sama makan Sego Langgi, warga mengawali dengan menggelar acara doa bersama," ungkapnya.
Sajian dalam Sego Langgi memang tidak mewah, malah sangat sederhana namun memang nikmat. Karena komposisinya sangat kaya, di mana kombinasi berbagai sayuran, bumbu, dan lauk dicampur nasi begitu khas. Dan yang berbeda, porsi sayuran lebih banyak dibandingkan dengan nasinya.
Sego Langgi terdiri dari nasi putih yang dicampur dengan sambal kelapa dan sayur sayuran hijau yang diurap seperti daun singkong, daun pepaya dan jenis sayuran lain. "Sayuran ini sebelumnya sudah direbus kemudian dicampur," ungkapnya.
Biasanya Sego Langgi ini juga ditambah ikan asin, ikan pindang atau ikan yang digoreng. Kadang dikomibasikan parutan kelapa yang diberi bumbu khusus dan memperbanyak sayuran. "Ada tujuh macam sayuran jenis daun sebagai lambang doa bil isyarah "Pitulung", yaitu memohon pertolongan Allah ," jelas Udin.
Sego Langgi biasanya disajikan dalam satu nampan besar kemudian dimakan secara bersama-sama seperti tradisi pesantren. Dan seluruh warga desa berkumpul untuk makan bersama. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/nasi-langgi-khas-sendangduwur-lamongan-saat-nisfu-syaban.jpg)