Minggu, 26 April 2026

Berita Pamekasan

WBP Lapas Pamekasan Panen Raya Padi dan Jual 8.000 Paving Blok ke Luar Jawa

Selain sawah, di SAE Nato Farm Camp juga terdapat pembinaan kemandirian peternakan dan pengelolaan limbah domestik.

Foto Istimewa Lapas Pamekasan
Suasana saat pelaksanaan panen raya padi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Nato Farm Camp di Lapas Kelas IIA Pamekasan. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pamekasan, Madura menggelar panen raya padi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Nato Farm Camp.

Selain itu, juga melaunching penjualan perdana 8.000 paving blok hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Saat panen raya padi berlangsung, dihadiri Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenhumham Kanwil Jawa Timur Teguh Wibowo.

Lain itu, tampak pula Kalapas kelas IIA Pamekasan Seno Utomo, serta Kepala KUPT seluruh Pulau Madura turut hadir di lokasi.

Baca juga: Jelang Ramadhan Polsek Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya Bekuk 13 Tersangka Pengguna Sabu

Kalapas Kelas II Pamekasan, Seno Utomo menjelaskan, panen raya padi di sawah 1,5 hektar ini untuk mendukung program ketahanan pangan nasional di Kabupaten Pamekasan.

Kata dia, program ini merupakan sarana asimilasi dan edukasi bagi para narapidana d Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Harapannya, bisa berguna bagi para WBP, keluarganya, juga bagi nusa dan bangsa

"Meski hasilnya kecil paling tidak ikut menggerakkan perekonomian di Kabupaten Pamekasan," kata Seno Utomo, Sabtu (19/3/2022).

Menurut Seno, pembuatan paving blok secara manual ini merupakan rintisan program selama kepemimpinannya yang baru berjalan dua bulan setengah.

Baca juga: Transformasi Layanan Gas Bumi, Contact Center PGN Terintegrasi Ke Pertamina Call Center 135

"Sedari beberapa pekan lalu kami menghasilkan 8 ribu dan sudah terjual yang sebentar lagi akan diberangkatkan ke daerah Jawa Tegah," ungkapnya.

Selain sawah, di SAE Nato Farm Camp juga terdapat pembinaan kemandirian peternakan dan pengelolaan limbah domestik.

Di tempat ini, para WBP diajari proses budidaya ikan, sapi, kambing dan ayam.

Sedangkan limbah rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos.

“Semua merupakan hasil karya WBP yang selama ini dibina di Lapas Pamekasan,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam sangat apresiasi kegiatan panen raya dan pembuatan paving blok di Lapas Kelas IIA Pamekasan ini.

"Kalau bisa dikerjasamakan akan lebih luar biasa dalam program sapu tangan biru," inginnya.

Ia mengajak Lapas Pamekasan untuk langsung perjanjian kontrak kerja agar bisa ikut program pelatihan, seperti pembuatan sepatu batik, tas, dan lainnya.

"Sehingga nantinya para narapidana bila bebas bisa memilikimu sumberdaya yang bisa menghasilkan," harapnya.

BACA BERITA PAMEKASAN LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved