Tips Sehat

Tips Sehat, Cara Mencegah Diabetes, Merawat, Mengenali Penyebab, dan Gejala-gejalanya

Berikut cara mengenali gejala-gejala penyakit gula darah atau diabetes dan cara melakukan pengahan dini.

Editor: Suyanto
Tips Sehat, Cara Mencegah Diabetes, Merawat, Mengenali Penyebab, dan Gejala-gejalanya
surya/ist
Ilustrasi - Olahraga efektif mencegah diabetes

SURYA.co.id - Berikut cara mengenali gejala-gejala penyakit gula darah atau diabetes dan cara melakukan pengahan dini.

Penyakit gula darah ini umumnya menjadi penyakit kronis yang berlangsung dalam jangka pajang, sehingga energi lebih untuk bertahan dengan perawatan tertentu.

Yuk mengenali lebih detil penyakit diabetes, berikut cara-cara bertahan hidup bersamanya, seperti dikutip dari artikel berjudul Diabetes tulisan dr Rizal Fadli, yang dipublikasikan lama halodoc.com.

Apa itu Diabetes?

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Apa Penyebab Diabetes
Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah.

Baca juga: Tips Sehat, Cegah Stroke dengan Pisang, Begini Cara Mengkonsumsinya

Baca juga: Tips Sehat, Cara Mudah Turunkan Berat Badan, Minum Air Hangat, Simak 8 Manfaat Air Hangat

Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin. Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.

Apa Faktor Resiko Diabetes?

Faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:

Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.

Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1.

Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.

Faktor usia.
Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4–7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10–14 tahun.

Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Baca juga: Tips Sehat, Hasil Penelitian Air Kelapa, Berkhasiat untu Jantung dan Hipertensi

Baca juga: Tips Sehat, Kafein Minuman Berenergi Ternyata 5 Kali dari Kopi, Ini Dampaknya pada Jatung

Faktor risiko diabetes tipe 2, antara lain:

Berat badan berlebih atau obesitas.
Distribusi lemak perut yang tinggi.
Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.

Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.

Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.
Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.

Riwayat diabetes saat hamil.
Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

Apa gejala Diabetes?

Nyatanya, gejala diabetes akan dialami berbeda-beda oleh tiap pengidapnya. Namun, secara umum ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2, seperti peningkatan rasa haus, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelelahan terus menerus, gangguan penglihatan, dan terjadinya infeksi terus menerus.

Infeksi yang terjadi umumnya terjadi pada bagian gusi maupun kulit. Sedangkan pada wanita, waspada infeksi bagian bagian vagina yang bisa menjadi tanda penyakit diabetes.

Baca juga: , Info Penting Omicron: 5 Obat Ini Sudah Tidak Digunakan, Ini Daftar Obat yang Direkom

Baca juga: Tips Sehat, Panduan Cara Menyusui saat Positif Covid, Ini Manfaat Menyusui di Masa Pandemi Omicron

Bagaimana Diagnosis Diabetes
Dokter akan mendiagnosis diabetes pada seseorang dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah dan urine.

Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah tinggi.
Ilustrasi pemeriksaan oleh dokter. (foto: Foto : menararini indonesia)

Bagaimana Pengobatan Diabetes?

Pengobatan akan disesuaikan dengan jenis diabetes yang kamu alami. Terapi insulin menjadi salah satu pengobatan yang bisa dilakukan oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Bahkan, pada diabetes tipe 1 yang cukup berat, tranplantasi pankreas bisa dilakukan guna mengatasi kerusakan pada pankreas. Sedangkan, pengidap diabetes tipe 2 akan diberikan beberapa jenis obat-obatan untuk menangani diabetes tipe 2.

Namun, umumnya ada beberapa perawatan yang harus dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes, seperti:

1. Melakukan Pola Makan Sehat

Jika kamu mengalami penyakit diabetes, sebaiknya atur kembali pola makan yang sehat. Fokuskan pada pengonsumsian buah, sayur, protein tanpa lemak, dan juga biji-bijian. Tidak hanya itu, kamu juga perlu mengonsumsi serat dan mengurangi beberapa jenis makanan, seperti makanan yang mengandung lemak jenuh, karbohidrat olahan, hingga pemanis buatan. Kamu bisa tanyakan langsung pada dokter melalui Halodoc untuk pola makan tepat bagi pengidap diabetes.

Baca juga: Tips Sehat, Tulang Keropos di Usia Muda, Menstruasi Jadi Indikasi, Ini Cara Mengatasinya

Baca juga: Tips Sehat Puasa Ramadhan untuk Penderita Asam Urat Tinggi, Hindari 4 Makanan ini Saat Buka & Sahur

Salah satu peserta, Putu Anom Mahadwartha selaku Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya saat mengikuti Kompetisi Olahraga Virtual NUNI 2021, Sabtu (23/10/2021).

Olahraga sepeda dan jogging

2.Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Setiap orang tentunya membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tetap optimal. Termasuk pengidap diabetes. Olahraga menjadi satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah dengan mengubahnya menjadi energi. Kamu bisa memilih untuk melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda. Jadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas harian untuk membantu kamu menghindari kondisi diabetes menjadi lebih buruk.

Baca juga: TIPS SEHAT: Jangan Diremehkan, Ini 5 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Bagaimana cara pencegahan Diabetes?

Lakukan beberapa gaya hidup sehat ini untuk mencegah penyakit diabetes:
Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.
Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.
Menghindari atau berhenti merokok.
Baca juga: Diabetes dan Asam Urat Sama-Sama Perlu Atur Pola Makan

Komplikasi Diabetes
Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata, kerusakan saraf, penyakit stroke dan jantung koroner, kerusakan ginjal, disfungsi seksual, keguguran, atau bayi lahir mati dari ibu yang mengidap diabetes.

Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved