SOSOK Dokter Terduga Teroris di Sukoharjo yang Tewas Ditembak Densus 88, Kata Tetangga dan Keluarga

Inilah sosok dokter di Sukoharjo, Jawa Tengah, terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 pada Kamis (10/3/2022). 

Editor: Musahadah
kolase tribun solo/tribunnews
Jenazah dokter S yang tiba di rumah duka di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dokter terduga teroris ini tewas ditembak Densus 88. 

Dirinya juga tak pernah menanyakan kepada yang bersangkutan.

Bahkan, Bambang menyebut S tak pernah membayar iuran yang hanya berjumlah Rp25.000 per bulannya.

"Tidak sama sekali, boleh dicek di bendahara saya, kalau yang namanya pak S itu tidak pernah iuran. Padahal iuran di tempat saya cuma Rp25.000 per bulan," katanya.

Selama ini pun Bambang tak pernah bertegur sapa ataupun mengobrol dengan S.

Sosok dokter yang disebutnya bertubuh agak gempal itu memang sudah dikenal di kampung tidak pernah beraktivitas apa-apa.

S juga dikatakan Bambang berjalan menggunakan tongkat bantu, karena kakinya pernah mengalami kecelakaan.

Hanya beberapa kali Bambang pernah berpapasan dengan S menunaikan ibadah salat.

Namun sekali lagi Bambang menegaskan tak pernah ada tutur kata atau obrolan terucap dari mulut S kepadanya.

"Biasanya kalau saya ketemu itu pas maghrib sama isya. Itu aja kadang tidak ketemu, ya tidak rutin, ya cuma pernah salat di situ," jelas dia.

Dia menambahkan, warga baru tahu Dokter S usai dikabari oleh Babinkamtibmas.

"Pak S ditangkap Densus 88 saat siang, saya juga ditelepon intelnya, jadi saya baru tahu," kata dia.

Dibantah keluarga

Di bagian lain, perwakilan keluarga S, dokter di Sukoharjo yang tewas ditembak Densus 88, membantah bila S adalah dokter antisosial menurut kesaksian warga.

Endro Sudarsono, juru bicara keluarga, mengatakan, S justru adalah sosok yang kerap berbakti kepada masyarakat. 

"Dia dokter yang sering ikut kegiatan sosial, bakti sosial, pengobatan gratis, tanggap bencana," ujar Endro, kepada TribunSolo.com, Kamis (10/3/2022). 

"Dan selama ini warga yang kami ketahui juga dia dokter yang sifatnya sosial," tambahnya. 

Endro juga menjelaskan bahwa S selama hidupnya menjalankan profesi dokter dengan taat. 

Selain mengemban amanah di berbagai klinik, almarhum juga membuka klinik di kediamannya.

"Dia dokter umum, praktek disini (di rumah). Setahu saya (juga tugas) di beberapa klinik," kata Endro.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo membenarkan bila S (54), terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 di Sukoharjo, adalah seorang dokter yang tercatat dalam keanggotaan IDI.

Ketua IDI Sukoharjo dr Arif Budi Satria membenarkan bahwa terduga teroris S selama ini berprofesi sebagai dokter dan praktik di rumahnya di Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

S ditangkap Densus 88 saat mengendarai mobil di Kecamatan Bendosari, Rabu (9/3/2022) malam.

"Betul, beliau dokter umum masih aktif," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Kamis (10/3/2022).

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Bagaimana Dokter di Sukoharjo Tewas Ditembak Densus 88? Pemilik Rumah Langsung Disuruh Masuk Polisi

Sumber: Tribun Solo
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved