Berita Lamongan
Daftar Pemilih Berkelanjutan di Lamongan Berkurang Dibanding Pilbub, Ini Sebabnya
Sebanyak 1.038.561 warga Lamongan Jawa Timur masuk dalam daftar pemilih berkelanjutan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lamongan
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Rudy Hartono
SURYA.co.id lLAMONGAN - Sebanyak 1.038.561 warga Lamongan Jawa Timur masuk dalam daftar pemilih berkelanjutan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lamongan. Jumlah ini berkurang jika dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilbub 2020 lalu.
Ketua KPUD Lamongan Mahrus Ali mengatakan, menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang KPUD Lamongan telah dan terus melakukan rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan. Pelaksanaan rekapitulasi ini, menurut Mahrus, dilakukan setiap bulan sekali. "Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dilakukan secara berkala setiap bulan," kata Mahrus Ali saat dihubungi Surya.co.id , Selasa (8/3/2022).
Berdasarkan rekapitulasi terkini pada Februari lalu, terang Mahrus, hingga saat ini warga Lamongan yang masuk dalam daftar pemilih berkelanjutan sebanyak 1.038.561 pemilih.
Data ini, menurut Mahrus, cenderung turun jika dibandingkan dengan pada saat pelaksanaan Pilbup terakhir tahun 2020 lalu dimana DPT saat itu sebanyak 1.038.756 jiwa.
"Rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan dengan jumlah sebanyak 1.038.561 pemilih tersebar di 27 kecamatan atau 474 Kelurahan/Desa di Lamongan," ungkap Mahrus.
Daftar pemilih berkelanjutan hingga Februari, rinci Mahrus, ada sebanyak 1.038.561 pemilih dengan rincian laki-laki berjumlah 513.862 pemilih dan perempuan berjumlah 524.699 pemilih.
Sementara, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan pada tahun 2020 sebanyak 1.038.756 jiwa, dengan rincian pemilih laki-laki 514.009 pemilih dan perempuan 534.747 pemilih.
Mahrus mengakui, kecenderungan data yang masuk ke KPU Lamongan lebih didominasi oleh pemilih yang meninggal dunia daripada pemilih baru sehingga jumlah pemilih pun berkurang seiring data yang masuk.
Hanya saja, Mahrus belum bisa memastikan berapa persentase turunnya jumlah pemilih ini karena proses rekapitulasi masih terus berjalan hingga menjelang pelaksanaan pemilu 2024 mendatang.
"Secara prosentase belum bisa mas. Yang berkurang lebih ke meninggal dunia, sementara untuk yang baru bisa dari pensiun dan pemilih pemula," jelasnya.
Karena proses rekapitulasi Daftar Pemilih masih terus dimutakhirkan, Mahrus juga meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika melakukan pengubahan data kependudukan. Perubahan tersebut diantaranya belum terdaftar sebagai pemilih, mengalami perubahan identitas kependudukan atau juga masuk sebagai pemilih pemula.
Selain itu, KPUD Lamongan juga menyediakan formulir tanggapan dan masukan masyarakat terhadap proses pemutakhiran daftar pemilih ini. "Semua data pemilih ini masih bisa berkurang atau bertambah seiring proses rekapitulasi yang terus berlangsung," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mahrus-ali-kpu-la.jpg)