Berita Pamekasan
Bupati Pamekasan Minta Wartawan Suguhkan Berita Edukatif dan Tak Membully, Tetap Kedepankan Etika
Karena sejatinya yang harus menjadi pegangan adalah 'good news is a good news' guna membangun atmosfer positif dalam lingkungan sekitar.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memberi pesan dan catatan kritis untuk pers saat menjadi pemateri Studium General Pers virtual oleh Forum Wartawan Pamekasan di Gedung TIK Diskominfo, Senin (28/2/2022). Baddrut menyampaikan beberapa tantangan jurnalisme di era revolusi industri yang bersamaan dengan pandemi Covid-19 berkepanjangan.
Menurut Baddrut, tantangan jurnalis di era sekarang cukup berat, di satu sisi membutuhkan kecepatan dalam menyampaikan informasi, namun di sisi lain harus berjarak dan tidak bisa berkomunikasi langsung dengan narasumber akibat Covid-19.
Dikatakannya, dua hal yang bertentangan ini tentu membutuhkan kerja ekstra dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Sebab, derasnya informasi yang dapat dilakukan oleh semua orang di semua platform media sosial, malah akan menyulitkan pembaca membedakan informasi benar atau salah.
"Menurut saya, dalam menyuguhkan media (informasi) ini perlu ada etika. Perlu ada pelatihan-pelatihan khusus, tidak hanya menyampaikan kebenaran berita, tetapi juga harus memiliki etos dan semangat yang tidak meretakkan di antara satu dengan yang lain," ujar Baddrut.
Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut juga menyampaikan, kecepatan menyuguhkan informasi ini terkadang disalahgunakan. Misalnya, seseorang yang melihat musibah kecelakaan di jalan raya, justru sibuk mengambil video, bukan menolong korbannya.
Perubahan perilaku masyarakat di tengah majunya revolusi industri ini akibat minimnya nilai yang mereka konsumsi sehingga menghilangkan rasa kemanusiaan. Mereka hanya ingin cepat menginformasikan fenomena yang diterimanya.
"Bahkan bisa saja setelah memvideo tidak membantu, hanya ingin cepat memberikan informasi itu. Mohon maaf, media-media kalah dengan itu, baru beberapa jam kemudian muncul berita yang sebenarnya," ungkapnya.
Ia berpendapat, prinsip 'bad news is a good news' dalam dunia jurnalis justru menggambarkan hal negatif yang ada dalam diri seseorang atau bahkan jurnalis, sebagai penyampai informasi.
Karena sejatinya yang harus menjadi pegangan adalah 'good news is a good news' guna membangun atmosfer positif dalam lingkungan sekitar.
"Karena sekarang kita terkadang bertemu dengan suasana yang tidak terdefinisi, belum ada definisinya. Dan teman-teman media ini merupakan orang yang sangat mulia dalam kehidupan. Orang yang terhormat, karena menyuguhkan informasi yang edukatif, menyampaikan kebenaran informasi," paparnya.
Lantas ia berharap, jurnalis dapat memberikan informasi yang edukatif dan tidak membully. Sebab, bullying tidak hanya dilarang oleh negara, melainkan juga dilarang oleh agama.
"Bagi saya transfer of knowledge, dan transformasi yang merajut kebersamaan dengan teman-teman media itu penting, karena media itu sangat penting dalam menyampaikan risalah," pungkasnya. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pesan-bupati-pamekasan-untuk-jurnalis.jpg)