Berita Trenggalek
Warga Trenggalek Heboh, Temukan Jenazah Pria d Dalam Sumur, Begini Kronologinya
Suasana panik muncul begitu warga menemukan jenazah seorang pria di dalam sumur yang mereka kuras airnya di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Suasana panik muncul begitu warga menemukan jenazah seorang pria di dalam sumur yang mereka kuras airnya di Desa Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Kamis (24/2/2022).
Mereka langsung menghubungi petugas kepolisian, untuk mengevakuasi jenazah tersebut dari sumur yang kedalamannya antara 15-20 meter itu.
Setelah berhasil diangkat, warga langsung tahu bahwa pria yang tenggelam dalam sumur itu adalah Haryanto (49), warga setempat.
Haryanto diangkat dari sumur dalam keadaan meninggal dunia.
Kapolsubsektor Trenggalek, Ipda Zainul mengatakan, Haryanto telah dicari oleh orang tuanya sejak pagi hari. Tapi tak kunjung ditemukan.
Sang orang tua juga merasa curiga saat melihat sumur yang ada dekat rumahnya terbuka. Biasanya, saat tidak digunakan, sumur itu ditutup dengan papan kayu.
"Orang tuanya curiga. Akhirnya air di sumur dikuras. Terlihat korban ada di sumur, kemudian melaporkan ke petugas," kata Zainul.
Ada jeda sekitar tiga jam sejak sang orang tua pertama kali mencari Haryanto hingga ia ditemukan.
Itu artinya, ia sudah lama tenggelam. Hal ini juga diduga penyebab korban meninggal dunia.
Soal penyebab korban masuk ke dalam sumur, polisi masih belum bisa memastikan.
"Dia tinggal bersama orang tuanya di sini. Pernah berkeluarga, tapi sudah bercerai. Punya penyakit lambung," kata dia.
Yang pasti dari hasil auptopsi luar petugas kesehatan terdekat, Haryanto dipastikan meninggal karena kehabisan nafas akibat tenggelam.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tubuhnya juga utuh," ucapnya.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, korban diangkat dari sumur oleh lima orang personel Basarnas.
Evakuasi itu juga dibantu oleh aparat setempat dan warga sekitar.
"Tidak butuh waktu lama sebenarnya. Kurang dari 30 menit," kata Yoni.
Tak ada hambatan berarti juga selama proses evakuasi. Hanya saja, debit air sumur yang tinggi cukup menyulitkan.