Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

UPDATE PEMBUNUHAN SUBANG, Pintu Belakang Jadi Kunci Menguak Kasus, Kenapa Pengakuan Yosef Berbeda?

Salah satu fokus perhatian polisi saat ini adalah kondisi pintu belakang rumah korban yang diduga dipakai untuk lewat jasad Tuti Suhartini dan Amalia

Editor: Musahadah
youtube Aiman Kompas TV
Yosef mengaku tidak menguasai kunci rumahnya saat pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. Kenapa polisi kembali menanyakan hal itu? 

SURYA.CO.ID, SUBANG - Polisi terus berusaha mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat yang kini sudah masuk bulan ke-6. 

Salah satu fokus perhatian polisi saat ini adalah kondisi pintu belakang rumah korban yang diduga dipakai untuk lewat jasad Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu setelah dieksekusi. 

Pintu rumah yang diduga tidak terkunci kerap dikait-kaitkan sebagai awal celah pembunuhan tragis pada 18 Agustus 2021 lalu.

Kondisi pintu belakang ini juga yang kembali ditanyakan polisi saat diam-diam mendatangi rumah Yosef pada pertengahan Januari 2022 lalu. 

Saat itu petugas Polsek Jalancagak datang dan menanyakan sejumlah hal ke Yosef. 

UPDATE KASUS SUBANG, Diam-diam Yosef Didatangi Polisi di Rumah, Punya Hubungan dengan Orang Nomor 1

Hal ini dibenarkan Fajar Sidik, kuasa hukum Yosef saat dikonfirmasi tribun jabar (grup surya.co.id) pada Senin (21/2/2022). 

Menurut Fajar, penyidik polisi ini menanyakan tiga hal ke Yosef.

Pertama, Yosef ditanyakan terkait kunci rumah yang berada di belakang TKP, tangga yang berada di TKP, serta langit-langit atap rumah di TKP. 

"Pak Yosef ditanya tiga pertanyaan oleh anggota Polsek Jalancagak, yang pertama kunci rumah yang di belakang, kedua terkait tangga, serta atap di TKP. Tapi itu tidak masuk dalam BAP, ya, hanya keterangan tambahan saja," kata Fajar Sidik.

Fajar tidak menjelaskan jawaban Yosef atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. 

Namun, dikutip dari video yang viral beberapa waktu lalu, ternyata Yosef tidak mengetahui kondisi pintu belakangnya.  

Dari tayangan YouTube Rara Cahaya Tarot lewat Tribunnews.com pada Selasa, 26 Oktober 2021, memperlihatkan rekaman percakapan antara suami Tuti yakni Yosef dan sang anak Yoris.

Percakapan yang direkam oleh Yoris tersebut memperdengarkan tentang kondisi pintu rumah di malam pembunuhan.

Yosef sempat ditanya oleh Yoris apakah pada saat 17 Agustus 2021, Yosef meninggalkan rumah Tuti telah mengunci pintu terlebih dahulu.

"Papah inget-inget, pintu belakang dikunci nggak? pas terakhir pintu belakang dikunci engga pah?" tanya Yoris dalam sambungan telepon.

Jawaban Yosef, dia tidak mengingat terkait kondisi kunci belakang rumah Tuti saat itu.

Dalam pengakuannya, Yoris sendiri menjelaskan bahwa kunci belakang memang tidak dalam keadaan baik.

Kondisi pintu rumah juga sempat ditanyakan Aiman Widjaksono, presenter program Aiman Kompas TV, ke Yosef dan Yoris. 

Saat itu Yosef mengaku pemegang kunci satu-satunya hanya korban Tuti Suhartini

Yosef mengaku tidak memegang kunci tersebut. 

Sementara saat Aiman bertanya ke anaknya, Yoris Raja Amanullah, ternyata Yosef yang memegang kunci rumah dan Yosef beserta keluarganya tahu dimana kunci.

"Biasanya dItaruh di sekitar pot di depan rumah.

Ketika kembali tengah malam, saat ibu dan anaknya tengah tidur dia lalu mengambil kunci di pot tersebut. Karena Yoris tinggal di rumah yang lain," terang Aiman Widjaksono menguraikan pengakuan Yoris saat itu. 

Lalu, siapa sebenarnya yang menguasai kunci rumah saat kejadian? 

Hingga kini polisi masih menyelidikinya. Namun yang pasti, Kapolres Subang AKBP Sumarni memastikan pintu rumah tidak dirusak. Artinya orang bisa masuk dengan mudah atau bisa juga pelaku dan korban saling mengenal.

Lihat video selengkapnya

Hubungan Yosef dan Bupati Subang

Yosef, saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ternyata punya hubungan dekat dengan Bupati Subang, Suhimat.
Yosef, saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ternyata punya hubungan dekat dengan Bupati Subang, Suhimat. (kolase istimewa)

Di bagian lain, hubungan Yosef dengan pejabat penting di Subang terungkap.

Dia adalah Bupati Subang, Suhimat.

Belum lama ini, beredar foto Yosef tengah bersama Bupati Subang, Ruhimat di sebuah acara.

Di foto itu tampak Yosef berada di belakang bupati yang tengah memotong tumpeng.

Kuasa hukum Yosef, Fajar Sidik, mengatakan, Yosef mengenal baik sejak dulu dengan Bupati Subang. 

"Betul, itu foto Pak Yosef bersama dengan Bupati Subang Ruhimat, Pak Yosef emang kenal baik yah sama Bupati," ucap Fajar kepada TribunJabar.id, Senin (21/2/2022). 

Namun, menurut Fajar, di dalam foto yang beredar tersebut Yosef hadir karena diundang disaat acara ulang tahun Kecamatan Jalancagak yang ke-41 pada Rabu (16/2/2022) kemarin. 

Pada perayaan ulang tahun Kecamatan Jalancagak tersebut memang turut hadir Bupati Subang Ruhimat yang juga didampingi oleh Camat Jalancagak. 

"Tidak ada sangkut pautnya sama kasus kematian Bu Tuti sama Amalia tentunya, Pak Yosef hanya diundang dalam perayaan ulang tahun Kecamatan Jalancagak, dan memang juga di momen itu ada Bupati," katanya. 

Kapolda Janji Ungkap Secepatnya

Irjen Suntana (kiri) mengaku Sudah Kantongi Nama-nama Tersangka Kasus Subang dan Segera Diungkap. Berikut profil dan biodatanya.
Irjen Suntana (kiri) mengaku Sudah Kantongi Nama-nama Tersangka Kasus Subang dan Segera Diungkap. Berikut profil dan biodatanya. (kolase Tribun Jabar)

Terpisah, Kapolda Jabar  Irjen Pol Suntana kembali buka suara terkait perkembangan kasus Subang.

Ia mengatakan, Direktur Reserse sudah memberikan laporan perkembangan ke arah yang positif.

Menurutnya, dari laporan perkembangan itu diharapkan kasus perampasan nyawa mengerikan itu bisa terungkap dalam waktu dekat.

Hanya saja, lagi-lagi Irjen Suntana tidak memberi batas waktu pengungkapan kasus ini. 

"Kasus Subang insya Allah Direktur Reserse sudah melaporkan perkembangannya ke arah positif, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terselesaikan," kata Suntana saat kunjungan di Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi, Jumat (18/2/2022) kemarin.*

Terkait pernyataan Kapolda ini, anak tertua Tuti, Yoris Raja Amanullah mengaku terus menantikan akhir dari kasus kematian dari sang ibu dan adiknya tersebut. 

Yoris mengatakan, ia tidak sama sekali meragukan kinerja dari pihak kepolisian dalam mengungkap kasus yang terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu itu. 

"Allhamdulilah polisi masih terus bekerja sampai sekarang, saya sudah tidak meragukan lagi, tapi mudah-mudahan secepatnya saja," ucap Yoris saat dihubungi melalui sambungan seluler, Minggu (20/2/2022). 

Selain itu, ia juga menanggapi keterangan dari Kapolda Jawa Barat yang menargetkan kasus tersebut terungkap di awal tahun 2022. 

"Maksudnya awal tahun 2022 akan terungkap kata Kapolda juga bukan di Bulan Januari atau Februari, kayak Maret April juga kan masih awal tahun 2022. Mungkin lebih baik kita tunggu saja," katanya. 

"Misi saya bersama keluarga pastinya mendukung polisi agar cepat mengungkap siapapun itu pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," kata dia. 

Sementara itu seperti diketahui, Yoris juga merupakan salah satu saksi yang intens diperiksa oleh pihak kepolisian dari Polres Subang maupun Polda Jabar. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved