Berita Tulungagung

Jadi Kecap Ikonik Tulungagung, Kualitas Rasa Terjaga Selama 106 Tahun dan Sejahterakan Banyak Orang

Meski merupakan produk tradisional dari keluarga, Hendra tetap melakukan kendali mutu alias quality control atas kecapnya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Para karyawan pabrik Kecap Cap Kuda Han Kioe mengangkut produk yang akan dikirim ke pelanggan. Kecap Cap Kuda Han Kioe sudah ada sejak 106 tahun silam dan identik dengan kecap Tulungagung. 

"Setiap tahun produk kami selalu diperiksa Dinas Kesehatan, dan tidak pernah ditemukan kandungan bahan kimia. Semuanya alami, sejak dulu dari kakek buyut saya," tegasnya.

Nilai yang tetap terjaga di perusahaan ini adalah memastikan harga tetap terjangkau. Sebab para pendahulunya menyadari, kecap menjadi bumbu yang sangat berpengaruh pada usaha kuliner. Jika kecap semakin mahal, akan banyak usaha kuliner yang terdampak langsung.

Karena itu saat harga bahan baku naik, Hendra tidak pernah latah menaikkan harga. Terakhir penyesuaian harga dilakukan tahun 2020 lalu. Padahal bahan baku sudah naik sejak 2015.

Di akhir 2020, harga kedelai juga merangkak naik, hingga kini tembus Rp 11.500 per KG. Namun Hendra tetap mempertahankan harga lama, yairtu Rp 22.000 untuk botol besar dan Rp 12.000 untuk botol kecil. "Selama tidak rugi kami akan pertahankan. Ini komitmen kami turun temurun," tambah Hendra.

Sebelumnya Hendra juga punya kecap kelas premium dengan merek Kuda Terbang. Kecap ini dikenal sangat enak dengan harga yang lebih mahal. Mereka yang sudah merasakan kecap Kuda Terbang akan meninggalkan Cap Kuda Han Kioe.

Namun merek ini dianggap membutuhkan biaya produksi yang sangat tinggi. Bumbunya saja membutuhkan waktu 2 minggu untuk menyiapkannya. Karena itu Hendra memilih menghentikan produksi kecap Cap Kuda Terbang.

Sayangnya belakangan muncul kecap palsu yang menggunakan merek dagang Kuda Terbang. Hendra harus meyakinkan sejumlah pelaku usaha kuliner, bahwa merek itu berbeda dengan produknya terdahulu.

"Terpaksa kami kirim sampel produk untuk meyakinkan mereka. Akhirnya mereka percaya karena produknya memang berbeda," jelasnya.

Kecap Cap Kuda Han Kioe mayoritas dipasarkan di wilayah Kabupaten Tulungagung. Ada pula permintaan dari luar daerah, meski pemesan diminta datang sendiri ke pabrik. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved