Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
UPDATE PEMBUNUHAN SUBANG: Kakak Tuti Suhartini Tahu Soal Sosok Pelaku, Tak Mau Ungkap Sebelum Polisi
Kakak Tuti Suhartini, Yeti, mengaku telah tahu sejak lama bagaimana sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang yang menewaskan sang adik.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Kakak Tuti Suhartini, Yeti, mengaku telah tahu sejak lama bagaimana sosok pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang yang menewaskan sang adik juga keponakannya.
Meski begitu, Yeti mengetahui sosok pelaku melewati kejadian yang dia alami, baik secara nyata maupun mimpi, dan kemudian digabungkan.
Namun, Yeti masih enggan membongkar sosok pelaku yang diketahuinya sebelum polisi mengungkapnya terlebih dahulu.
Baca juga: INILAH PETUNJUK Pembunuh Kasus Subang dari Mimpi Ibu Danu: Biarin Orang Itu Mah, Dia Udah Sama Dia
Dua kakak Tuti Suhartini mengungkapkan kejadian aneh sebelum kasus Subang itu terjadi.
Ada yang merasa akan meninggal dunia, ada juga yang mendengar suara aneh yang semakin lama kian keras.
Ida, ibu Danu sekaligus saudara Tuti Suhartini, mengungkapkan kejadian aneh satu hari sebelum kasus Subang itu.
Ida merasakan firasat akan meninggal dunia apalagi ketika itu ia mengidap penyakit lambung.
"Saya ridho lillahi ta'ala. Memang ada perasaan dan firasat, perasaannya engggak enak," katanya dikutip dari kanal youtube Freddy Soedaryanto Sport, Kamis (17/2/2022).
Ibu Muhammad Ramdanu alias Danu itu merasa firasat dan kejadian itu diberikan adiknya, Tuti.
"Mungkin karena dekat saja. Ada ikatan batin," katanya.
Yeti Mulyati, kakak lain Tuti, mengungkapkan kejadian aneh beberapa jam sebelum pembunuhan itu terjadi.
Pada malam sebelum Tuti dan Amel dihabisi atau 17 Agustus 2021 malam, Yeti tiba-tiba mendengar suara tek-tek-tek di rumahnya. Saat itu, ia sedang nonton televisi di rumahnya.
"Saya samperin, apaan sih. Saya ambil sapu lidi dikeprok-keprok semua," katanya.
Suara itu semakin keras terdengar dan Yeti pun mengeprak-ngeprak sapu lidi sejumlah bagian di rumahnya.
Karena tak kunjung berhenti, Yeti akhirnya membiarkan saja suara-suara itu.
"Ya udah biarin aja, tapi feeling udah kemana-mana," kaya Yeti.
Meski polisi belum mengungkap pelaku dan dalang pembunuhan itu, Yeti dan Ida meyakini sosok pelakunya.
"Belakang dihitung, dibaca kejadian sebelum-sebelumnya. Saya baca sendiri. Kok gini, kok gini. Oh pasti (ini pelakunya). Saya sehari-harinya tahu. Ohh, udah otomatis saja," kata Yeti tanpa mau menyebut nama yang dicurigai.
Ida yang mengaku didatangi Tuti dalam mimpi juga meyakini satu sosok di balik pembunuhan Tuti dan Amel.
Dalam mimpi itu Tuti, menyebut satu nama dan meminta Ida untuk tidak ikut-ikut dalam polemiknya.
"Dua hari berturut-turut, mimpi sama. Menyebutkan seseorang," kata Ida.
Firasat Ida semakin kuat ketika dia tiba-tiba ditemui kucing Amel saat berada di Polsek Jalancagak.
Saat bersama banyak polisi, tIba-tiba kucing Amel menciumnya.
Hal ini cukup aneh, karena kucing Amel ini tergolong liar, tapi justru bersikap manis di depan Ida.
Awalnya dia tidak mengira itu kucing Amel, setelah tahu dia pun berusaha mengajak kontak batin dengan kucing Amel.
Dan saat itu, dia seolah-olah dibisiki sosok di balik meninggalnya Amel dan Tuti.
Kapolda Jabar Ungkap Progres
Kepala Polda Jawa Barat Irjen Suntana memastikan dalam waktu dekat kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jabar segera terungkap.
Menurut Suntana, hingga saat ini tim masih bekerja maksimal di lapangan untuk mengumpulkan informasi, keterangan dan barang bukti.
"Direktur Reskrim Polda Jabar sudah melaporkan perkembangan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang dan sudah ada titik terangnya," kata Suntana di sela kegiatan bakti sosial di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Jumat, melansir dari ANTARA.
Menurut Kapolda Jabar, untuk mengungkap kasus Subang ini pihaknya pun menggandeng sejumlah ahli dan perkembangannya saat ini sudah ke arah positif.
Ia pun optimistis dalam waktu dekat kasus ini bisa terselesaikan dengan mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut.
Selain itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk tidak menerka-nerka atau beropini terkait dugaan pembunuhan yang saat ini kasusnya segera dipecahkan pihak kepolisian.
Suntana juga memastikan bahwa dalam penyelidikan kasus ini pihaknya berkerja profesional.
Maka dari itu, warga diimbau untuk bersabar dan jangan mudah percaya terhadap informasi-informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya.
Selain itu, pihaknya pun akan mengumumkan kepada masyarakat setiap perkembangan kasus ini.
"Kami terus berupaya agar kasus pembunuhan ini segera terungkap untuk mengungkap siapa pelaku utamanya dan apa motifnya melakukan pembunuhan terhadap ibu dan anak tersebut," tambahnya.