Berita Tuban

Polisi Tuban Sita Uang Muka Beli Rumah Ratusan Juta dari Tersangka Investasi Bodong

Polisi kembali mengamankan aset Irwid (22), reseller investasi bodong yang diamankan Polres Tuban, pada Sabtu (29/1/2022) silam

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.tribunnews.com/M Sudarsono
Satreskrim Polres Tuban saat mengamankan aset Irwid, uang ratusan juta hasil investasi bodong 

SURYA.co.id | TUBAN - Polisi kembali mengamankan aset Irwid (22), reseller investasi bodong yang diamankan Polres Tuban, pada Sabtu (29/1/2022) silam.

Adapun aset terbaru yang diamankan dari tersangka, yaitu uang tunai senilai ratusan juta, uang muka untuk pembelian rumah.

Sebelumnya polisi mengamankan motor scoopy, iPhone 13 pro max dan lemari es. Lalu jam tangan, laptop, motor vespa beserta STNK dan mobil wuling warna putih.

"Untuk aset uang milik Irwid yang diamankan Rp 195 juta, itu digunakan untuk uang muka atau DP beli rumah," kata Kapolres Tuban, AKBP Darman saat konferensi pers, Minggu (20/2/2022).

Perwira menengah itu menjelaskan, tersangka menggunakan uang itu untuk uang muka membeli rumah di kawasan perumahan Tuban.

Temuan ini didapat setelah tim satreskrim menelusuri keberadaan aset dari Irwid, pelaku yang beralamat di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban.

"Uang ini kita sita dari Developer perumahan, setelah melalui proses pengembangan," imbuh Darman didampingi Kasat Reskrim, AKP M Adhi Makayasa.

Mantan Kapolres Sumenep itu menambahkan, sampai saat ini satreskrim telah menerima laporan dari sebanyak 90 member atau korban investasi bodong dari tersangka.

Dari jumlah tersebut, kerugian yang dialami para korban mencapai Rp 7,8 miliar.

Polisi juga masih menelusuri aset-aset lainnya, yang ada kaitannya dengan investasi bodong yang dijalankan pelaku.

"Total kerugian Rp 7,8 miliar dari 90 korban, tersangka dijerat pasal 372,378 KUHP tentang penggelapan dan tindak penipuan, ancaman hukuman maksimal 4 tahun," pungkasnya.

Sebelumnya Satreskrim Polres Tuban telah menetapkan Fauzia/FZ (21), Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, sebagai tersangka, Rabu (19/1/2022).

Dari hasil penyelidikan puluhan korbannya, kerugian mencapai kurang lebih Rp 570 juta.

Saat ditanya penyidik, FZ mengaku aliran dana atau aset dari hasil penipuan disebut habis untuk disetorkan ke Bilad, sebagai jaringan pelaku utama asal Lamongan.

Irwid dan Fauzia diketahui merupakan reseller dari Bilad, yang lebih dulu diamankan Satreskrim Lamongan.(nok)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved