Sabtu, 11 April 2026

Berita Lamongan

Angkatan Muda Muhammadiyah Lamongan Bagi-bagi Minyak Goreng dan Tempe ke Warga

Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Lamongan menggelar aksi berbagi minyak goreng, tahu dan tempe kepada warga

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.tribunnews.com/Hanif Manshuri
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Lamongan menggelar aksi berbagi minyak goreng, tahu dan tempe kepada warga setempat, Minggu (20/2/2022). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Lamongan menggelar aksi berbagi minyak goreng, tahu dan tempe kepada warga setempat, pada Minggu (20/2/2022).

Selain sebagai bentuk kepedulian pada yang terdampak kenaikan kelangkaan minyak goreng dan naiknya harga kedelai. Cara yang dilakukan AMM ini juga kritik terhadap pemerintah yang terkesan lambat menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh rakyat saat ini.

"Sudah hampir sebulan ini kita sulit mendapatkan minyak goreng, bahkan tidak jarang kita melihat masyarakat harus antri berdesakan untuk mendapatkan minyak goreng," ungkap Kordinator AMM M. Nur Ali Zulfikar, kepada Surya.co.id, Minggu (20/2/2022).

Ali menilai pemandangan warga yang berdesak-desakan antre mendapatkan minyak goreng juga sangat tidak baik saat Pandemi Covid,-19.

Ia berharap pemerintah tidak bergerak cepat, jika menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengusaha dan konglomerat, tetapi lamban menyelesaikan persoalan rakyat.

Salah satu alasan utama yang mendorong AMM melakukan aksi sosial, karena mayoritas penduduk di desa Ngambek adalah pedagang pecel lele, yang setiap harinya menggunakan minyak goreng dan tempe untuk berjualan.

Mereka setiap hari kelabakan untuk mendapatkan minyak goreng, kalaupun dapat harganya cukup mahal. .

Dia berharap berharap bantuan dari AMM bisa meringankan beban masyarakat. Sementara pemerintah harus segera melakukan percepatan ketersediaan minyak goreng dan mengendalikan harga kedelai impor.

Mengingat minyak goreng dan kedelai adalah kebutuhan pokok yang digunakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pedagang kecil dan menengah.

Rendra, salah satu pedagang yang menerima bantuan berterimakasih pada AMM yang perduli saat kondisi seperti ini, minyak goreng langka.

"Bantuan ini tentu sangat membantu usaha kami. Minyak goreng susah sekali mas didapatkan," katanya.

Pemerintah harus cepat hadir disaat kondisi masyarakat seperti ini. Pandemi Covid-19 terus menghantui masyarakat, ditambah beban harga kebutuhan pokok tinggi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved