Selasa, 5 Mei 2026

Berita Sidoarjo

Tiga Napiter di Lapas kelas 1 Surabaya Ikrar Setia Kepada NKRI

Tiga narapidana terorisme di Lapas kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Tiga narapidana terorisme di Lapas kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Tiga narapidana terorisme (Napiter) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketiganya adalah narapidana yang telah menjalani pembinaan di Lapas kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo. 

Tiga warga binaan itu adalah Muhammad Subkhan, Muliamin Supardi dan Slamet Rudhu. Mereka membacakan ikrar di aula lapas, disaksikan langsung Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto dan sejumlah pejabat lain.

Wisnu bercerita, bahwa dirinya masih ingat betul, tanggal 14 Januari 2022, pihaknya baru saja menerima limpahan warga binaan khusus dari Rutan Cikeas, Bogor. 

Nah, di Lapas Surabaya ini paling banyak menerima saat itu. Yaitu ada tiga orang. Sedangkan empat orang lainnya dibagi dua ke Malang dan Madiun. 

“Saat itu kami berpesan agar petugas melakukan pembinaan dan menjalankan SOP dengan baik," ujarnya.

Namun, Wisnu mengaku cukup kaget ketika tiga minggu setelah pemindahan menerima laporan lagi dari Kalapas Surabaya, Gun Gun Gunawan. Pada hari ke-21, dua orang napiter menyatakan diri siap ikrar NKRI.

Dua orang itu adalah Muliamin Supardi dan Slamet Rudhu. Namun, saat itu Wisnu tak mau gegabah. Dia meminta agar pihak lapas memantapkan kembali komitmen keduanya. Pihak lapas pun melakukan observasi dan memantapkan kesungguhan niat tersebut. 

"Alhamdulillah, pagi ini saya kembali dapat kabar bahwa jumlah warga binaan yang siap menyatakan ikrar-nya kepada NKRI bertambah satu lagi. Yaitu warga binaan atas nama Muhammad Subkhan," terangnya. 

Sehingga pengambilan Sumpah Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada hari ini, atau hari ke-35 sejak keduanya mendapatkan pembinaan di Lapas Porong menjadi sangat lengkap.

“Saya harap teman-teman warga binaan di Lapas Madiun dan Lapas Malang mengikuti jejak ketiganya," ujarnya.

Selain itu, Wisnu memberikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya. Yang pertama kepada ketiga warga binaan kami Muliamin Supardi, Muhammad Subkhan dan Slamet Rudhu. Karena telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Kami berharap, ke depan, kita bisa saling merajut tali silahturahim dan memperkokoh semangat persatuan dan persaudaraan," harapnya.

Pria asal Semarang itu juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Lapas Surabaya dan stakeholder terkait yang terlibat. Karena menurutnya, ini bukan pertama kali Lapas Surabaya berhasil menjalankan program deradikalisasi. Sudah banyak warga binaan kasus terorisme yang jiwanya kembali Merah Putih berkat strategi pembinaan yang baik.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved