Sabtu, 11 April 2026

Berita Sidoarjo

Setiap Hari Langganan Macet, Pertigaan Aloha Sidoarjo Akan Dilebarkan

Bundaran Aloha merupakan salah satu episentrum kemacetan di Sidoarjo. Hampir setiap hari, ketika pagi dan sore, kawasan itu selalu padat.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Bundaran Aloha Sidoarjo yang selalu menjadi langganan macet, hampir setiap hari. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Bundaran Aloha merupakan salah satu episentrum kemacetan di Sidoarjo. Hampir setiap hari, ketika pagi dan sore, kawasan itu selalu padat.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah sedang menyiapkan beberapa strategi. Termasuk rencana pembangunan Flyover Aloha dan melebarkan pertigaan Aloha-Bangah.

Pelebaran jalan ini, nantinya akan memanfaatkan lahan milik TNI AL yang saat ini disewakan untuk berdagang oleh sejumlah warga di sana.

Menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, saat ini sedang proses pembebasan lahan untuk pelebaran jalan tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) berkoordinasi dengan TNI AL.

“Kami sudah berkomunikasi intensif terkait rencana ini. Tercatat ada 52 bangunan yang menyewa lahan tersebut, kami akan meminta izin pihak TNI AL untuk mengosongkan lahan tersebut dan nantinya akan kami lakukan pelebaran jalan,” ujar Gus Muhdlor, Rabu (16/2/2022).

Proyek pelebaran jalan pertigaan Bangah ini sendiri tidak masuk dalam rencana pembangunan Fly Over Aloha-Juanda. Meski demikian, pelebaran jalan ini menjadi penting untuk memperlancar akses keluar-masuk kendaraan.

"Pembebasan lahan untuk pelebaran pertigaan Jalan Bangah ini murni inisiatif dari Pemkab Sidoarjo. Ini di luar proyek nasional Flyover Aloha. Tahun ini, kami kebut pembebasan lahannya supaya bisa segera dibangun pelebaran jalannya dan kemacetan di sana bisa segera terurai,” lanjutnya.

Saat ini, lebar jalan di wilayah pertigaan tersebut hanya 7 meter karena terhalang bangunan warung dan pertokoan. Ukuran yang terlalu sempit jika dibandingkan dengan volume kendaraan yang lewat.

Setelah dilakukan pembebasan, lebar jalan nanti akan bertambah jadi 10 meter hingga 12 meter. Kondisi itu diharapkan bisa menjadi salah satu solusi penanganan macet di sana.

Plt Kepala Dinas PU BM SDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menjelaskan, saat ini pemkab sudah mengirim surat ke TNI AL selaku pemilik lahan.

Setelah proses administrasi pembebasan lahan selesai, pihak TNI AL akan membantu melakukan penertiban bangunan.

Eko menyampaikan, untuk pembangunan jalannya akan dilakukan tahun ini. Diperkirakan proses pembangunan jalannya sendiri tidak membutuhkan waktu lama, jika pembebasan lahannya sudah selesai.

“Pemadatan jalan dan pengaspalan tidak perlu waktu lama, hanya hitungan hari. Seperti yang kami lakukan di Pertigaan Pasar Suko beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved