3 Tahun Khofifah-Emil Pimpin Jatim, Benahi Birokrasi dan Manajemen ASN Melalui Sistem Meritokrasi

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil telah menorehkan catatan prestasi yang membanggakan di Jatim.

Editor: irwan sy
Pemprov Jatim
Ilustrasi - Indeks profesionalitas ASN Pemprov Jatim. 

SURYA.co.id - Genap tiga tahun sudah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memimpin Jawa Timur.

Sudah setengah perjalanan menjalankan amanah sebagai pemegang pucuk pimpinan tertinggi di Jawa Timur hingga tahun 2024 mendatang, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil telah menorehkan catatan prestasi yang membanggakan.

Khusus di bidang managemen kepegawaian, dalam tiga tahun ini, Khofifah-Emil membuktikan komitmennya mewujudkan Nawa Bhakti Satya khususnya Jatim Amanah.

Salah satu hasilnya adalah keberhasilan Pemprov Jatim dalam menerapkan sistem meritokrasi.

Bahkan selama tiga tahun ini, sistem meritokrasi telah diterapkan Khofifah-Emil di semua jenjang dan level.

Kesuksesan Khofifah-Emil dalam menerapkan sistem meritokrasi ini bahkan diakui oleh pemerintah pusat.

Buktinya di akhir tahun 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

KASN mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai instansi yang menerapkan kebijakan Sistem Merit dalam manajemen ASN tahun 2021 dengan predikat Sangat Baik. KASN memberikan nilai 332 dalam Penerapan Sistem Merit Provinsi Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras, agama, asal usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan.

Ada delapan kriteria penilaian Anugerah Meritokrasi yang dinilai telah sangat baik diterapkan Jatim, yaitu meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan ASN, pengembangan karier, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, penghargaan dan disiplin, perlindungan dan pelayanan serta sistem informasi ASN.

Gubernur Khofifah telah konsistem menerapkan sistem merit contohnya dalam melakukan mutasi dan rotasi jabatan.

Sebab hal itu menjadi salah satu komitmen dalam Nawa Bhakti Satya, yaitu Jatim Amanah.

"Dalam rotasi-mutasi serta juga promosi, kita lakukan dengan berbasis sistem merit. Semua menggunakan banyak indikator yang terukur dan dilaksanakan oleh tim yang kredibel sehingga objektivitasnya terjamin," jelas Gubernur Khofifah, Selasa (15/2/2022).

"Ini merupakan komitmen yang dari awal kita canangkan yaitu Jatim Amanah. Di mana, kami menjunjung tinggi pengisian the right man on the right place," tambahnya.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved