Berita Situbondo
Berawal Ada Siswa Mengaku Panas dan Meriang, Tiga SD di Situbondo Langsung Di-Lockdown
Dan pihak sekolah juga bertindak cepat dan secara mandiri dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan kelas
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Tiga Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Situbondo, terpaksa ditutup alias lockdown, setelah ada siswa yang diketahui terpapar Covid-19. Siswa yang diduga terpapar virus Corona itu diketahui, setelah petugas Puskemas Wonorejo melakukan swab test antigen di ketiga sekolah tersebut.
Tiga sekolah yang ditutup sementara sampai 14 hari ke depan itu masing-masing adalah SDN 1 Wonorejo, SDN 3 Wonorejo di Kecamatan Banyuputih dan SDN 1 Besuki Kecamatan Besuki.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendukbud) Kabupaten Situbondo, Supiono mengatakan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya memutuskan melakukan penutupan sementara di ketiga sekolah itu.
“Saat ini Dispendikbud terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satgas Covid-19 Kabupaten Situbondo, untuk terus melakukan tracing. Sehingga bisa diketahui langsung, apakah para siswa yang terpapar ini murni berasal klaster sekolah atau klaster keluarga," ujar Supiono saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa (15/02/2022).
Dan pihak sekolah juga bertindak cepat dan secara mandiri dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan kelas. “Tidak hanya melakukan penyemptotan, proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan lewat Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sementara diganti menjadi dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” tambah Supiono.
Selain itu, sambung Supiono, Dispemdikbud akan terus melakukan pemantauan ketat pada lembaga-lembaga pendidikan di Desa Wonorejo. "Dari sebelumnya ditemukan satu siswa yang positif, ternyata dari hasil swab test massal, ada empat siswa lagi di SDN 3 Wonorejo yang diketahui positif," jelasnya.
Swab test dilakukan setelah petugas medis dari Puskesmas curiga dengan siswa yang mengeluh sakit panas, pilek dan meriang. Selanjutnya, sambungnya, pihak Puskesmas setempat langsung berkoordinasi dengan sekolah dan melakukan tracing dan swab test massal kepada para siswa dan guru yang kontak erat dengan siswa tersebut.
"Hasilnya ditemukan satu siswa, satu guru dan penjaga sekolah di wilayah Kecamatan Besuki positif dan kami langsung menutup sekolah itu," pungkasnya. ****