Minggu, 19 April 2026

Berita Lamongan

Siswa SMP Negeri 2 Lamongan Raih Silver Medal di Ajang Internasional

Siswa SMP Negeri 2 Lamongan Jawa Timur, Muhammad Haryo Mukti Wibowo, mengharumkan nama Lamongan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Sang juara Muhammad Haryo Mukti Wibowo, siswa kelas VIII SMPN 2 Lamongan meraih Silver Medal dalam lomba AISEEF tahun 2022 di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Siswa SMP Negeri 2 Lamongan Jawa Timur, Muhammad Haryo Mukti Wibowo, mengharumkan nama Lamongan, dan lembaga tempatnya menimba ilmu.

Siswa Kelas VIII ini berhasil meraih prestasi yang membanggakan Silver Medal dalam ajang Asian Innovative Science Enviromental and Enterpreneur Fair (AISEEF) tahun 2022 setelah menyisihkan 508 pesera dari 22 negara melalui karya ilmiah remaja LaDoS Edible Drinking Straw.

Lomba AISEEF diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang secara online maupun offline.

Seleksinya dilaksanakan mulai Rabu (2/2/2022) hingga Sabtu (5/2/2022).

“Mas Riyo ini (panggilan Haryo) untuk kedua kalinya mengharumkan nama baik bagi Indonesia dan Lamongan khususnya SMPN 2 Lamongan di ajang internasional,” kata Yayuk Setia Rahayu, Kepala SMPN 2 Lamongan, Kamis (10/2/2022).

Baca juga: Gramedia Manyar Surabaya Sediakan Vaksin Kedua dan Booster Astrazeneca

Apa yang diraih Riyo, akan menjadi motivasi bagi siswa SMPN 2, termasuk para dewan guru dan para pelajar Lamongan.

Semangat itu bisa dipupuk melalui peningkatan pembinaan di bidang Olimpiade dan Karya Ilmiah Remaja.

Harapannya, kata Yayuk akan bertambah banyak siswa yang akan turut berlaga mengikuti jejak Mas Riyo untuk menorehkan prestasi, baik nasional maupun internasional.

Terpisah, Riyo menjelaskan, ia bisa meraih prestasi Silver Medal di ajang internasional tersebut melalui Anggur Laut atau Latoh dan Kulit Buah Naga sebagai sedotan minuman ramah lingkungan.

Menurutnya, ide ini muncul setelah ia mendapati kenyataan banyaknya sampah plastik yang membuat lingkungan rusak dan sampah plastik.

Ia menyadari sampah plastik yang sulit terurai harus adas solusi yang mempunyai nilai. Salah satunya Riyo lakukan lewat karya ilmiah itu.

Plastik sulit hancur dengan waktu yang pendek. Sedangkan saat ini sampah organik seperti kulit buah naga juga jarang dimanfaatkan dengan optimal.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Bupati Malang : Bagi-bagi Masker Digiatkan di Tiap Kecamatan

Team Sneda Innovation Club (SIC) yang ia bidani kemudian mencoba memberikan solusi dengan membuat sedotan ramah lingkungan yang bisa dimakan ataupun bisa terurai dalam jangka waktu pendek.

Dengan memanfaatkan Anggur Laut sebagai pelapis sedotan agar tidak cepat rusak saat terkena air ataupun digunakan untuk minum.

Karena Anggur Laut memiliki fungsi sebagai penetral rasa dan juga sebagai pelapis sedotan agar lebih tahan lama.

BACA BERITA LAMONGAN LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved