Berita Malang Raya
Angin Kencang Sering Terjadi di Kabupaten Malang, BPBD Minta Warga Lebih Waspada
Rentetan kejadian angin kencang terjadi sejak hari Rabu (2/2/2022) tepatnya di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, MALANG - Pasca kejadian angin kencang yang kerap menerjang sepekan terakhir, BPBD Kabupaten Malang mendorong masyarakat agar lebih waspada dalam menyikapi bencana alam tersebut.
"Saat ini ketika atau sebelum itu terjadi (angin kencang) yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kesiap siagaan masyarakat agar lebih waspada," papar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan ketika dikonfirmasi, Minggu (6/2/2022).
Rentetan kejadian angin kencang terjadi sejak hari Rabu (2/2/2022) tepatnya di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen.
Saat itu, angin kencang menghempas belasan pohon termasuk 4 pohon besar.
Angin membuat batang pohon besar merusak gerbang masuk permukiman dan atap rumah warga.
Tak berselang lama, angin kencang menerjang belasan rumah di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.
Baca juga: PT KAI Beri Diskon Tiket Bagi Lansia, Veteran Hingga Wartawan, Simak Syaratnya
Sebanyak 2 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang dan 13 rumah rusak ringan.
Sedangkan di Desa Tunjungtirto berjumlah 36 rumah rusak ringan, 3 rumah rusak sedang, dan 1 gedung TPQ rusak sedang.
Angin kencang juga menghempas 61 rumah di Desa Jabung dan Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung.
Sadono menjelaskan, pihaknya telah memetakan 6 kecamatan rawan terjadi angin kencang.
Di antaranya, Karangploso, Dau, Singosari, Pakis, Jabung, dan Tumpang.
BPBD Kabupaten Malang zona yang kami anggap sebagai zona merah angin kencang.
"Februari pun masih diprediksi menjadi puncak musim penghujan. Karena masih ada La Nina maka dipastikan masih akan ada dampak yang lain, salah satunya terkait dengan bencana," jelas Sadono.
Terkait penanganan bencana, Sadono menturkan jika para personel telah ditempatkan bersiaga di zonasi bencama yakni di Timur, Selatan, dan Barat Kabupaten Malang.
"Kendala kami sejauh ini personel dan pendanaan. Pertimbangan lainnya, kejadian (bencana) di Malang Utara biasanya tidak sebesar di wilayah Timur, Selatan, dan Barat," tutup Sadono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dampak-kejadian-angin-kencang-di-kabupaten-malang.jpg)