Berita Jember
Waspadai DBD di Jember saat Wabah Covid-19, Menanam Bunga Bisa Picu Sarang Nyamuk
"Namun bukan berarti tidak ada, tetap harus mewaspadai DBD, apalagi sekarang musim penghujan," ujar Lilik, Rabu (2/2/2022).
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, JEMBER - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember meminta warga mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan. Menurut Plt Kepala Dinkes Jember, dr Lilik Lailiyah hingga musim hujan di periode awal tahun 2022 ini, memang tidak terjadi lonjakan kasus DBD.
"Namun bukan berarti tidak ada, tetap harus mewaspadai DBD, apalagi sekarang musim penghujan," ujar Lilik, Rabu (2/2/2022).
Berdasarkan data sampai di bulan Januari lalu, sudah ada 19 kasus hingga pekan keempat Januari. Sementara pada tahun 2021 terdapat 421 kasus.
"Pemberantasan sarang nyamuk itu lebih efektif, pembersihan jentiknya lebih bagus, daripada sekadar fogging. Fogging dilakukan juga setelah ada penelitian epidemiologi di daerah tersebut. Lebih bagus mencegah, satu di antaranya dengan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk itu," tegas Lilik.
Lilik meminta warga lebih teliti dengan kondisi lingkungannya. Salah satu trend yang kini muncul namun rawan menjadi pemicu timbulnya nyamuk DBD adalah menanam bunga dengan media air di pot.
Jika pemilik rumah tidak rajin membersihkan media tanam tersebut, bisa jadi rentan menjadi sarang jentik nyamuk. "Intinya kebersihan lingkungan sangat penting sebagai bentuk pencegahan," pungkas Lilik. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/waspada-penularan-covid-19-dan-dbd-di-jember.jpg)